Dari Lokal ke Internasional, Kampus UKM Dukung UMKM Indonesia

AKURAT.CO UMKM Indonesia kini tidak hanya bermain di pasar lokal, tetapi juga mulai menembus pasar global. Salah satu program yang berperan besar dalam hal ini adalah KAMPUS UKM, yang fokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing pengusaha kecil agar bisa naik kelas.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menjelaskan bahwa program ini memberikan berbagai pelatihan bagi pelaku usaha, mulai dari webinar, bimbingan teknis (bimtek), asistensi dan sertifikasi, hingga studi kasus. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk UMKM Indonesia memenuhi standar global.
"Kami melakukan kurasi di awal program untuk memastikan keseriusan peserta. Proses produksi yang terstandarisasi dan digitalisasi produk sangat penting agar UMKM bisa menembus pasar global," ujar Helvi pada saat memberikan kata sambutan di Jakarta, Jumat (21/2/2025).
Program KAMPUS UKM tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka peluang ekspor bagi UMKM yang lolos kurasi. Salah satu buktinya adalah ekspor perdana 22 produk UMKM ke Filipina dengan total nilai transaksi Rp961 juta.
Baca Juga: UMKM Bisa Dapat IUP Lewat Seleksi Ketat
Senada dengan Helvi, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menambahkan bahwa pengiriman ekspor ini didukung oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang membantu dalam pembiayaan logistik.
"Rencana kontainer akan diberangkatkan pada 22 Februari 2025, dengan perjalanan selama 12 hari ke Filipina," kata Temmy.
Onsite Business Matching: Jembatan Menuju Buyer Internasional
Salah satu program unggulan KAMPUS UKM adalah Onsite Business Matching (OBM), yang mempertemukan UMKM dengan calon pembeli dari luar negeri. Pada 2024, OBM diadakan dua kali, yakni pada September dan Desember.
Pada OBM tahap pertama, 34 UMKM bertemu dengan 9 buyer dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Afrika Selatan, Jerman, dan Arab Saudi. Sementara OBM tahap kedua diikuti oleh 30 UMKM dan 12 buyer, termasuk dari Australia dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: UU Minerba Bikin UMKM Tak Cuma Jadi Penonton
Hasilnya, transaksi penjualan dari kedua OBM ini mencapai USD612.160 atau sekitar Rp9,79 miliar.
Dengan pencapaian ini, lanjut Temmy, program KAMPUS UKM terus membuktikan perannya dalam membantu UMKM naik kelas. Melalui standardisasi, digitalisasi, dan pembukaan akses ke pasar global, UMKM Indonesia semakin siap untuk bersaing di tingkat internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








