Akurat
Pemprov Sumsel

Rasio Kewirausahaan Indonesia Masih Rendah, Menteri UMKM Dorong Skema Waralaba sebagai Solusi

Demi Ermansyah | 17 Mei 2025, 20:10 WIB
Rasio Kewirausahaan Indonesia Masih Rendah, Menteri UMKM Dorong Skema Waralaba sebagai Solusi

AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurrahman mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam membangun semangat kewirausahaan nasional.

Rasio kewirausahaan Indonesia yang stagnan di angka 3,1% menjadi sorotan utama dalam pameran waralaba terbesar tanah air, FLEI Business Show 2024.

“Kita harus bergerak cepat. Negara yang memiliki rasio kewirausahaan tinggi terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi negara maju. Kita harus mengejar ketertinggalan,” kata Maman di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah

Sebagai solusi strategis, pemerintah menyoroti potensi industri waralaba sebagai jalan pintas bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha, terutama mereka yang belum memiliki pengalaman bisnis.

Menurut Maman, sistem waralaba menawarkan standar operasional yang telah teruji, bimbingan berkelanjutan, dan dukungan pemasaran yang dapat mempercepat proses belajar dan meminimalkan risiko kegagalan UMKM pemula.

“Kita ingin waralaba bisa menjadi sarana pembelajaran bagi UMKM, bukan sekadar hubungan dagang. Ini soal transformasi kapasitas,” ujarnya.

Baca Juga: Menteri Maman: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Belanja Produk UMKM

Ia juga mengimbau agar seluruh franchisor dan franchisee mematuhi aturan yang berlaku, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2024, guna menjaga kepercayaan publik terhadap model bisnis ini.

“Tidak boleh ada pihak yang menyalahgunakan model waralaba untuk meraup untung semata tanpa memperhatikan kualitas kemitraan,” tegasnya.

Pemerintah juga mengacu pada PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang kemitraan usaha yang menekankan pentingnya kolaborasi antara usaha mikro dan besar dalam semangat pemberdayaan.

Dukungan terhadap sektor waralaba diyakini akan mempercepat pencapaian target rasio kewirausahaan 4% dalam jangka pendek. Bila tercapai, target ini akan menjadi pijakan penting menuju ekonomi inklusif berbasis kewirausahaan di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.