Kolaborasi Jadi Kunci Tumbuhkan Wirausahawan Baru dan Atasi Pengangguran

AKURAT.CO Pemerintah terus mendorong sinergi antar kementerian untuk mengatasi tingginya angka pengangguran dan rendahnya tingkat kewirausahaan nasional.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi untuk mengembangkan kewirausahaan melalui program pelatihan dan pendampingan terpadu.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius di sektor ketenagakerjaan.
“Sebanyak 85 persen tenaga kerja kita berpendidikan maksimal SMA. Bahkan lulusan S1 pun masih banyak yang belum bekerja sesuai kapasitasnya,” ungkap Yassierli dalam forum IMSA di Depok, Sabtu (17/5).
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah
Dalam konteks tersebut, kerja sama dua kementerian resmi diteken pada 25 Maret 2025 lalu. Program ini ditargetkan mampu menciptakan minimal 1 juta wirausahawan baru hingga akhir masa pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, menyampaikan bahwa upaya peningkatan rasio kewirausahaan menjadi mandat langsung Presiden Prabowo. Targetnya, dari 3,08% saat ini, ditingkatkan menjadi 3,10% pada 2025 dan 3,60% di 2029.
“Menumbuhkan 5.000 wirausaha butuh waktu tiga bulan. Kalau targetnya 1 juta lebih, maka effort-nya harus kolaboratif dan masif,” kata Arif.
Baca Juga: Menteri Maman: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Belanja Produk UMKM
Program yang dijalankan mencakup pelatihan berbasis kebutuhan industri, fasilitasi perizinan usaha, hingga pendampingan bisnis. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong partisipasi daerah dan BUMN dalam ekosistem pemberdayaan kewirausahaan.
Pengamat ketenagakerjaan dari LIPI, Dwi Hartono, menilai sinergi ini penting agar solusi kewirausahaan tidak hanya bersifat sentralistik. “Daerah harus dilibatkan sejak awal, karena karakteristik usaha dan pasar tiap wilayah berbeda,” ujarnya.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penciptaan lapangan kerja dan transformasi usaha dari sektor informal ke formal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








