Akurat
Pemprov Sumsel

Ukuran Tempe Sekarang Mengecil? Ternyata Ini Penyebabnya

Nurma Nafisa Faradilla | 8 April 2026, 12:12 WIB
Ukuran Tempe Sekarang Mengecil? Ternyata Ini Penyebabnya
Tempe. (Freepik)

AKURAT.CO Ukuran tempe yang dijual di pasar akhir-akhir ini terasa lebih kecil dari biasanya. Meski begitu, harga jualnya masih cenderung tetap.

Kondisi ini bukan tanpa sebab. Salah satu penyebab utamanya adalah kenaikan harga kedelai impor dari Amerika yang berdampak langsung pada biaya produksi perajin tempe.

Dikutip dari Kompas, Rabu (8/4/2026), salah satu perajin tempe di sentra industri Sanan, Kota Malang, mengeluhkan kenaikan harga kedelai dalam beberapa pekan terakhir.

Harga kedelai yang sebelumnya berada di kisaran Rp9.800 per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp10.600 per kilogram.

Baca Juga: Harga Naik Akibat Cukai, Konsumen Hingga Industri MBDK Terkena Dampak

Bagi perajin tempe, kenaikan ini terasa berat karena kedelai merupakan bahan utama produksi tempe. Jadi, saat harga naik, biaya produksi juga ikut terdorong.

Hal ini tentu berdampak bagi pengusaha kecil. Perajin tempe juga menyebut kenaikan harga kedelai terjadi sejak memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Sampai saat ini Indonesia memang masih bergantung pada kedelai impor. Sehingga perubahan harga di pasar internasional langsung berdampak ke dalam negeri, termasuk ke pelaku usaha kecil seperti perajin tempe.

Kenapa Tempe Mengecil, Tapi Harganya Tetap?

Alih-alih menaikkan harga jual, banyak penjual tempe memilih untuk mengurangi ukuran tempe. Langkah ini dilakukan agar harga tetap terjangkau bagi konsumen, sekaligus menjaga penjualan tetap stabil.

Di sisi lain, biaya produksi juga ikut naik. Mulai dari gas LPG, upah karyawan, hingga distribusi.

Kondisi ini membuat perajin harus memutar otak agar usaha tetap berjalan tanpa harus langsung menaikkan harga jual.

Fenomena yang terjadi belakangan ini dikenal sebagai shrinkflation, yaitu kondisi dimana ukuran produk dikurangi tetapi harga tetap sama.

Strategi ini biasa digunakan pelaku usaha untuk menekan dampak kenaikan biaya produksi tanpa membebani konsumen secara langsung.

Baca Juga: Stok Kedelai Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026 Dipastikan Aman

Lantas, Apakah Suatu Saat Harga Tempe Akan Naik?

Jika konflik global masih belum stabil, harga kedelai bisa saja mengalami kenaikan. Artinya, akan ada dua kemungkinan yang terjadi entah itu ukuran tempe kembali mengecil atau harga tempe ikut naik di pasaran.

Ukuran tempe yang mengecil jadi tanda perubahan yang sedang terjadi di balik dapur produksi.

Mungkin, ukuran tempe yang semakin kecil belum begitu terasa. Tapi, kalau harga ikut menyusul naik, apakah tempe masih jadi lauk sederhana yang bisa selalu diandalkan di meja makan?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.