Akurat
Pemprov Sumsel

VIral! Debt Collector Ancam Bunuh Nasabah, Ini Laporan Hasil Investigasi Lanjutan Kredivo Terbaru

Iim Halimatus Sadiyah | 25 Oktober 2023, 12:09 WIB
VIral! Debt Collector Ancam Bunuh Nasabah, Ini Laporan Hasil Investigasi Lanjutan Kredivo Terbaru

AKURAT.CO Kredivo akhirnya mengeluarkan laporan hasil investigasi lanjutan mengenai kasus yang lagi viral karena video empat orang diduga penagih utang yang mengatasnamakan Kredivo.

Media sosial X (Twitter) kembali diramaikan dengan sebuah video diduga empat penagih utang datang ke rumah nasabah dan mengaku dari Kredivo, hingga memberi ancaman ingin membunuh nasabah tersebut.

Dalam video tersebut, tim penagih utang Kredivo mengancam akan membunuh nasabah atau memaksa menjual aset jika tak mampu membayar tagihannya.

Menanggapi video viral tersebut, Kredivo akhirnya membuat laporan hasil investigasi dugaan penagih utang dari Kredivo yang menurut netizen tidak sesuai standar.

Baca Juga: Kisah Penagih Utang yang Dibayar dengan Skincare, Bikin Warganet Geram

Dikutip akun resmi media sosial X @kredivo, Rabu (25/10/2023), berikut ini laporan hasil investigasi lanjutan yang diberikan oleh Kredivo.

  1. Dalam kasus ini, 4 orang penagih utang terlibat dalam proses penagihan, karena dua pengguna dalam satu rumah tangga telah terlambat membayar. Mengirim 2 kolektor untuk menagih 1 pengguna merupakan praktik standar industri.
  2. 3 dari 4 kolektor sudah bersertifikat SSPI, 1 orang adalah trainee yang menjadi pengamat.
  3. Kolektor yang dikirim oleh Kredivo tersebut sudah bersertifikat dan memiliki pengalaman lebih dari 16.000 kunjungan kepada pengguna Kredivo dan tidak ada keluhan yang tercatat atas nama mereka. Sehingga tuduhan atas ancaman terhadap nasabah yang ditujukan tidak dapat dijustifikasi.
  4. Kredivo tetap berkomitmen untuk mematuhi hukum terkait data pribadi nasabah sehingga tidak memberikan informasi terkait rekam jejak pengguna yang membuat kolektor lapangan perlu mengambil langkah-langkah yang lebih tegas.
  5. Kredivo tetap masih terus menginvestigasi masalah ini dan akan tetap bertanggung jawab secara penuh. Kesimpulan dari Kredivo, narasi yang diberitakan tidak sesuai dengan data-data yang telah berhasil dikumpulkan oleh tim Kredivo.

Berdasarkan pernyataan hasil investigasi lanjutan dari Kredivo, ternyata tidak memperbaiki masalah yang ada sebelumnya.

Baca Juga: Kelompok Penagih Utang Berulah, Pemuda Banten Bertingkah, Tawuran Pecah

Banyak netizen yang beranggapan bahwa Kredivo menanggapi kasus ancaman dari penagih utang tidak terjadi, meskipun sudah ada bukti video.

Dikutip akun media sosial X @partaisocmed, Rabu (25/10/2023), membuat postingan terkait dugaan penagih utang mengatasnaman Kredivo sudah mengancam membunuh hingga paksa melepas aset untuk bayar pinjaman, namun masih dianggap standar penagihan dari Kredivo.

“Mendatangi pengguna di tengah malam, mengancam prmbunuhan, dan memaksa melepaskan aset utk pinjaman tanpa jaminan disebut sebagai praktek standar @kredivo,” tulisnya.

Akun tersebut juga menunjukkan penyataan dari Kredivo yang dianggap tidak ditanggapi dengan serius, yaitu pernyataan ketiga yang mengatakan sudah lebih 16.000 kunjungan oleh penagih utang dari Kredivo, namun belum pernah dapat keluhan dari nasabah atas nama mereka.

Baca Juga: Perluas Merchant Offline, Kredivo Gandeng Mitra10 Dan Domino's Pizza

“Dan krn pihak2 lainnya tdk protes, Kredivo menganggap kasus ini tidak terjadi,” ujarnya.

Viralnya video tersebut hingga hasil investigasi lanjutan Kredivo yang tidak diterima oleh banyak orang, belum ditanggapi secara resmi oleh pihak OJK Indonesia.

Masyarakat berharap bisa mendapat kadilan dari OJK Indonesia, karena Kredivo dianggap sudah melanggar aturan dalam menagih utang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.