Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Arti Kafir Dalam Islam? Tidak Selalu Negatif Dan Ketahui Maknanya Dengan Tepat!

Iim Halimatus Sadiyah | 9 November 2023, 15:31 WIB
Apa Arti Kafir Dalam Islam? Tidak Selalu Negatif Dan Ketahui Maknanya Dengan Tepat!

AKURAT.CO Kafir merupakan sebutan untuk orang yang tidak beriman atau tidak mengikuti pentunjuk Allah SWT, sesuai dari ajaran agama Islam.

Namun, banyak sekali orang yang salah paham dalam menggunakan kata kafir dan dipakai tidak pada tempat yang semestinya.

Karena seharusnya, untuk memahami kata kafir diperlukan pemahaman yang mendalam dan pikiran yang terbuka.

Istilah kafir ini sering disebutkan dalam Al-Quran, sehingga sangat akrab bagi orang muslim. Namun belakangan ini, kata kafir memiliki istilah yang banyak perdebatan karena dianggap sebagai sebutan yang bersifat rasial terhadap orang non-muslim di Indonesia.

Dilihat dari masalah ini, setiap orang seharusnya memaknai kata kafir dengan benar agar tidak salah paham dan menyakiti perasaan orang non-muslim.

Baca Juga: 3 Orang Kafir Quraisy Di Zaman Nabi, Yang Terkenal Kejam Pada Rasulullah

Segala polemik yang terjadi karena kata ini, kemungkinan besar disebabkan oleh sebagian orang belum memahami arti sebenarnya dan cenderung memaknainya dengan hal yang negatif.

Oleh sebab itu, untuk orang-orang yang ingin menggunakan kata kafir sebagai bahasa sehari-hari harus dipahami benar artinya, agar tidak salah mengucap dan pada tempatnya.

Mengutip berbagai sumber, Kamis (9/11/2023), berikut ini penjelasan lengkap mengenai arti kafir yang telah dijelaskan dalam ajaran Islam.

Apa Arti Kafir?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kafir berarti orang yang tidak percaya kepada Allah SWT dan rasul-Nya. Pengertian ini mungkin berguna untuk memahami apa arti kata kafir dalam agama Islam.

Sangat penting untuk memahami etimologi kata kafir sebelum mengetahui artinya dalam Islam. Kata kafir berasal dari kata kufur yang artinya menutup.

Istilah tersebut biasa digunakan oleh petani pada zaman sebelum Islam untuk menanam benih di ladang dan kemudian menguburnya dengan tanah. 

Karena itu, kata kafir dapat diartikan menjadi seseorang yang bersembunyi atau menutup diri, sehingga kata kafir tidak selalu negatif.

Baca Juga: Jabal Uhud, Saksi Kekalahan Umat Islam dari Kaum Kafir

Sementara dalam Al-Quran sendiri dapat kita temui kata tafsir di dalamnya. Meskipun memiliki banyak makna, biasanya disebut kufur At-Tauhid yakni menolak Allah SWT sebagai Tuhan yang Maha Esa.

Seperti yang terkandung dalam surat Al-Maidah ayat 73, yaitu:

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. 

Arti kata kafir dalam islam juga bisa merujuk pada surat Al-Maidah ayat 17, yang artinya:

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?” Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Baca Juga: Dadang Kahmad: Jangan Terpancing, Muhammadiyah Sudah Terbiasa Dituding Kafir

Sementara menurut Din Syamsudin, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), kafir adalah konsep teologis dan etis.

Mereka yang kafir menunjukkan perilaku yang menutup diri, tidak mau menerima, atau mengingkari kebenaran tentang Allah.

Dalam konteks ini, kafir telah diartikan sebagai orang yang tidak beriman kepada Allah dan ajaran-Nya. 

Kafir juga dapat diartikan sebagai orang yang beriman kepada Allah, tetapi menentang ajaran-Nya dan tidak bersyukur atas nikmat-Nya. 

Kaum kafir tersebut biasa dikenal dengan kafir akidah, kafir amal, atau kafir nikmat. Selain itu, Al-Quran memasukkan ide-ide etis lain yang dikaitkan dengan kekafiran, seperti fasiq, musyrik, dan dzholim.

Itulah penjelasan yang mudah kamu pahami sebagai umat muslim untuk mengetahui arti kafir yang sebenarnya dari ajaran Islam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.