Varietas Langka Ikan Pari Jawa Resmi Punah, Inilah Faktor Penyebabnya

AKURAT.CO Ikan Pari Jawa, varietas langka dari keluarga stingaree yang berasal dari Pulau Jawa, secara resmi dinyatakan punah dan tercatat dalam Red List of Threatened Species atau Daftar Merah Spesies Terancam Punah yang dikelola oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Pengumuman ini disampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Perubahan Iklim COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab pada awal Desember.
Sayangnya, Ikan Pari Jawa yang sangat langka ini hanya dikenal dari satu spesimen yang dikumpulkan pada tahun 1862 di pasar ikan di Jakarta.
Lantas apakah faktor penyebab dari kepunahan Ikan Pari Jawa? simak penjelasan berikut.
Baca Juga: Ikan Pari Jawa Resmi Dinyatakan Punah, Hanya Berhasil Satu Kali Ditemukan di Dunia!
Penyebab kepunahan Ikan Pari Jawa
Penelitian terbaru mengenai ikan pari Jawa ini dilakukan oleh dua kandidat doktor dari Charles Darwin University (DCU), yaitu Julia Constance dan Benaya Simeon.
Penyebab kepunahan ikan pari Jawa melibatkan beberapa faktor. Julia menjelaskan bahwa kontribusi terbesar terhadap kepunahan ini adalah karena penangkapan ikan yang dilakukan secara intensif di Laut Jawa, tanpa adanya aturan yang memastikan keberlanjutan ekosistem laut.
Industrialisasi di pantai utara Jawa, terutama di Teluk Jakarta yang merupakan habitat pari Jawa, juga berlangsung secara besar-besaran.
Akibatnya, habitat khusus bagi pari Jawa mengalami kerusakan dan degradasi yang signifikan dalam jangka panjang.
Kondisi habitat yang tidak lagi mendukung kehidupan pari Jawa menyebabkan penurunan populasi, mendorong spesies ini menuju kepunahan.
Meskipun waktu kepunahan tersebut tidak dapat dipastikan secara pasti karena spesies terakhir ditemukan pada tahun 1862, Julia mengingatkan kita bahwa kepunahan ikan pari Jawa menjadi peringatan akan perlunya perlindungan terhadap populasi spesies laut yang terancam secara global.
Saat suatu spesies mengalami kepunahan, itu tidak dapat dipulihkan lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







