Apa Itu Inflasi Hijau? Pertanyaan Gibran yang Bikin Mahfud Emosi

AKURAT.CO Cawapres Mahfud MD menunjukkan rasa emosi dan keengganannya untuk merespons ketika dia ditanya tentang green inflation atau inflasi hijau oleh pesaingnya, Gibran Rakabuming Raka.
Awalnya, dalam sesi tanya jawab, Gibran mengajukan pertanyaan mengenai green inflation kepada Mahfud.
Namun, Mahfud menganggap bahwa green inflation mungkin merupakan singkatan atau istilah asing, sehingga dia meminta penjelasan lebih lanjut.
Meskipun demikian, Mahfud malah memberikan jawaban yang berkaitan dengan ekonomi hijau, bukan inflasi hijau.
Inilah yang membuat Gibran menyatakan bahwa Mahfud tidak menjawab pertanyaannya. Sebagai respons, Gibran terlihat melakukan gerakan tubuh seolah-olah mencari sesuatu yang hilang.
"Saya lagi nyari jawabannya Prof Mahfud, saya nyari-nyari di mana ini jawabannya? Kok enggak ketemu jawabannya. Saya tanya masalah inflasi hijau, kok malah menjelaskan ekonomi hijau," ungkap Gibran.
Setelah diizinkan untuk memberikan tanggapan, Mahfud yang telah merasa emosi karena respons yang menurutnya tidak terarah dari Gibran, akhirnya memutuskan untuk mengembalikan pertanyaan tersebut kepada moderator.
Menurutnya, menjawab pertanyaan dari Gibran dianggapnya tidak memiliki manfaat.
Sehubungan dengan itu, berikut pengertian dari green inflation atau inflasi hijau.
Baca Juga: Mahfud Emosi Ditanya Gibran Soal Inflasi Hijau
Apa itu inflasi hijau?
Inflasi Hijau atau Green Inflation sebetulnya merujuk pada situasi yang terjadi peningkatan harga atau kekurangan konsumsi sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar fosil.
Inflasi sendiri hanya timbul ketika masalah uang itu sendiri menjadi permasalahan.
Secara keseluruhan, dalam konteks pasar global inflasi hijau (green inflation) merujuk pada kontribusi kebijakan lingkungan terhadap biaya penyediaan barang dan jasa yang kemudian diteruskan melalui rantai pasokan hingga mencapai harga konsumen.
Seiring terus berlanjutnya upaya pemerintah untuk mendorong perubahan menuju energi terbarukan, dapat diantisipasi bahwa beberapa komoditas akan mengalami kenaikan harga.
Inflasi hijau juga dapat muncul sebagai hasil dari upaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dengan menetapkan harga yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, energi yang berasal dari bahan bakar fosil yang lebih mahal dapat menyebabkan kenaikan inflasi.
Menurut Direktur Institut Ekonomi Jerman di Cologne (IW), Profesor Dr. Michael Huther, dan Kepala Ekonom di Handelsblatt dan Profesor Dr. Bert Rürup, inflasi hijau terjadi karena gabungan beberapa faktor.
Misalnya, guncangan eksogen yang dipicu oleh situasi geopolitik, serta masalah rantai pasokan dan semikonduktor.
Faktor-faktor ini kemungkinan akan diperkuat oleh harga energi dan di masa depan akan dipengaruhi oleh harga CO2.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










