Viral Gus Miftah Ungkap Pilih Pemimpin yang Hartanya Cukup Agar Tidak Korupsi, Netizen: Kekayaan Bukan Jaminan!

AKURAT.CO Belakangan ini nama Gus Miftah menjadi Trending Topic di Twitter, hampir lebih dari 5,5 ribu unggahan yang menyebut namanya.
Gus Miftah menjadi perbincangan hangat ternyata karena pernyataannya terkait memilih pemimpin yang hartanya cukup.
Gus Miftah yang memiliki nama asli KH Miftah Maulana Habiburokhman, memberikan pesan kepada pemilih agar memilih calon pemimpin yang memiliki kekayaan yang cukup.
Menurutnya, hal ini dapat mengurangi potensi korupsi karena calon pemimpin tersebut telah menyelesaikan urusan pribadinya.
"Masalah terbesar bangsa ini apa, korupsi. Kalau kita punya pemimpin yang sudah cukup dengan dirinya sendiri, itu meminimalisir untuk korupsi," ungkap Gus Miftah di hadapan siswa SMK Diponegoro Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Gus Miftah menyatakan bahwa apabila calon pemimpin sudah memiliki kekayaan, kemungkinan besar ia tidak akan terlibat dalam tindakan korupsi.
Sebaliknya, jika memilih calon pemimpin yang belum menyelesaikan urusan pribadinya, ada potensi bahwa ia dan kelompoknya dapat memperkaya diri.
Gus Miftah berpendapat bahwa politik perlu dipahami oleh semua orang, termasuk generasi muda.
Generasi muda diharapkan memilih pemimpin yang optimal, karena pemimpin terbaik akan memberikan keputusan terbaik.
Pernyataan Gus Miftah terkait memilih pemimpin yang hartanya cukup langsung jadi sorotan dan menimbulkan kritikan warganet di media sosial.
Tak sedikit netizen yang tidak setuju dengan ungkapan tersebut, pasalnya banyak yang berpendapat bahwa harta yang cukup bukan jaminan seorang pejabat tidak korupsi.
"Gus Miftah, korupsi bukan soal kaya dan miskin, tapi soal bermoral atau tidak bermoral. Sudah banyak bukti, korupsi dilakukan oleh orang-orang yg berduit, jadi apa yang anda sampaikan saya tolak mentah mentah!!!" kritik akun X @minarxxx.
"Orang korupsi itu justru karena gajinya udah gede ,mana ada orang korupsi yang gajinya di bawah UMR apa yang mau di korupsi," tulis akun @yonxxx.
"Orang yang sudah kaya, bukan jaminan orang tersebut tidak akan korupsi. Salah satu faktor korupsi adalah keserakahan. Orang kaya akan semakin serakah untuk lebih kaya lagi dengan cara korupsi. Terus dan terus," ungkap @cutexxx.
"Kalau udah karakternya serakah, mau punya harta sebanyak apapun akan tetap serakah untuk korupsi," tulis @dyanxx.
"Harta cukup bukan jaminan. Contohnya banyak koruptor dah gaji gede, tunjangan gede fasilitas cukup bagus masih pada korupsi. Yang jelas ya cari pemimpin yang akhlaknya bagus imannya kuat taat ibadah yang takut akan dosa dan takut Allah," komentar @dahxxx.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








