Pengacara Ungkap Motif Pelaku Penganiayaan Santri Ponpes Al Hanifiyah Kediri: Kesal Sulit Dinasehati!

AKURAT.CO Baru-baru ini, terungkap motif pelaku penganiayaan terhadap santri Ponpes Al Hanifiyah yang bernama Bintang Balqis Maulana. Motif penganiayaan ini diungkap secara langsung oleh empat senior yang saat ini menjadi tersangka.
Menurut pengakuan pelaku melalui kuasa hukum mereka, Rini Puspitasari menyatakan bahwa mereka merasa kesal terhadap korban yang sulit untuk dinasehati, terutama soal kewajiban salat berjamaah.
Baca Juga: Santrinya Tewas Dianiaya Senior, Ini Kata Ponpes Al Hanifiyah Kediri
Selain itu, Rini juga mengungkap bahwa para pelaku juga frustasi dengan sikap bintang yang tidak mau untuk diajak komunikasi secara baik-baik sehingga korban mendapatkan sedikit hukuman dari pelaku.
Para pelaku dan korban memang tinggal satu kamar di pondok pesantren yang dipimpin oleh Gus Fatihunnada alias Gus Fatih. Awalnya, pelaku menyadari bahwa Bintang tidak menjalankan kewajiban ibadah salat lima waktu.
Mereka berupaya memberikan nasihat, namun tidak mendapatkan tanggapan yang positif. Kesal dengan sikap yang ditunjukan oleh Bintang mereka pun memukulnya.
Pelaku juga mengakui bahwa tindakan tersebut terjadi karena emosi sesaat kepada Bintang.
"Ini berdasarkan keterangan anak-anak mengakui memukul dan tidak niat biar Bintang sampai gimana. Itu benar-benar emosi sesaat, karena Bintang diomongi tidak manut," kata Rini Puspitasari membela para pelaku dikutip pada Jumat (1/3/2024).
Selain itu, Rini juga mengungkapkan bahwa korban baru pulih dari sakitnya. Akibatnya, dia tidak mengikuti pelajaran di sekolah dan hanya tinggal di dalam kamar. Info tersebut didapatkan oleh pelaku dan menegur Bintang.
"Bintang itu baru sembuh dari sakit. Kemudian beberapa hari tidak sekolah dan tidak salat jamaah. Mereka ini kan satu kamar. Awalnya itu yang dapat info itu AK dan AF sepupunya. Kemudian menegur si Bintang. Ditanya, kamu kenapa tidak salat? Bintang jawabnya itu tidak nyambung. Kejadian ini pada Rabu (21/2)," imbuh Rini.
Para pelaku menerima laporan bahwa Bintang kembali tidak mengikuti salat berjamaah pada Kamis (22/2/2024). Kemudian, mereka meminta Bintang untuk melaksanakan salat, tetapi Bintang memilih untuk mandi terlebih dahulu.
Situasi semakin memanas ketika Bintang keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang. Para pelaku menganggapnya sebagai tindakan provokatif. Mereka pun langsung memukul Bintang tanpa terkecuali.
"Keluar dari kamar mandi Bintang itu telanjang. Kemudian oleh salah satu pelaku dirangkul dan dibawa ke kamar. Kemudian diomongin lagi dan Bintang jawabannya tidak nyambung. Iya-iya gitu tok, tapi tidak dilaksanakan. Terus sempat melotot, akhirnya dipukul lagi," ucap Rini.
Setelah memukul Bintang, mereka mengobati luka-luka pukulan tersebut. Bahkan, pelaku juga berencana untuk membawa korban ke rumah sakit, namun rencana tersebut tidak jadi.
Bintang kemudian dibawa ke rumah sakit setelah dirinya tambah pucat dan lemas pada Jumat (23/2/2024) pukul 03.00 WIB.
"Pada Jumat (22/2) jam 03.00 WIB si AF (sepupu korban) dibangunin. Diomongin, kok bintang tambah pucat. Lalu dibawa ke rumah sakit. Terus di rumah sakit ternyata kan meninggal," ungkapnya.
Setelah mendapati bahwa Bintang telah meninggal dunia di Rumah Sakit Arga Husada Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, AF kembali ke pondok. Dia memberitahukan kepada pengasuh PPTQ Al-Hanifiyyah Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, yaitu Gus Fatih.
"Kemudian, jenazahnya dibawa ke pondok, lalu dimandikan dan dikafani dibawa ke Banyuwangi hari Jumat setelah salat Jumatan. Hingga akhirnya seperti ini," jelas Rini.
Sebagai seorang advokat yang berpengalaman menangani kasus-kasus yang melibatkan anak-anak, Rini menjelaskan bahwa ketika berada di Banyuwangi, AF memberitahu ibu korban bahwa dia terlibat dalam pemukulan terhadap sepupunya.
Rini berkomitmen untuk memberikan dukungan maksimal kepada para pelaku guna memastikan bahwa hak-hak mereka sebagai anak yang menghadapi masalah hukum dapat terjamin.
Salah satu cara dukungan tersebut adalah dengan mendampingi mereka sejak awal proses penyidikan di Polres Kediri Kota.
Baca Juga: Beredar Chat WA Terakhir Santri di Kediri Sebelum Tewas Dianiaya Senior, Sang Kakak Klarifikasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









