#JusticeForViki Kembali Trending, Begini Kronologi Penganiayaan Anjing hingga Mati Berlumuran Darah di Jember

AKURAT.CO Tagar #JusticeForViki kembali trending di media sosial usai akun Instagram @jktgo mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan penganiayaan terhadap anjing peliharaan di Jember, Jawa Timur.
Sebelumnya, #JusticeForViki sempat viral di media sosial setelah anjing peliharaan bernama Viki dilaporkan mati berlumuran darah akibat dianiaya empat orang anak laki-laki.
"#JusticeForViki - Jangan sampai kasus in hilang! Kasus seperti ini harus ditegaskan & ditindak, agar tidak ada yang berani melakukan hal yang sekejam ini lagi kedepannya. Sedih banget liatnya. MAAF bukan berarti selesai," tulis Jkto dalam unggahannya pada Senin (15/4/2024).
Baca Juga: Eropa Bergabung dengan Amerika Serikat, Desak Israel Menahan Diri Terhadap Serangan Iran
Diketahui, empat orang anak laki-laki berusia belasan tahun itu menganiaya Viki hingga terkapar di tengah jalan dalam keadaan kritis dan muka berlumur darah.
Anjing ras Maltase seberat 4 kg itu harus merasakan kesakitan selama sekitar satu jam sebelum akhirnya dilarikan ke dokter hewan.
Lebih lanjut begini kronologi penganiayaan yang diterima anjing peliharaan Viki hingga tewas berlumur darah di Jember.
Baca Juga: Ini Alasan META Tutup Sementara Media Sosial Threads di Turki Pada Akhir Bulan Ini
Kronologi Penganiayaan Anjing Peliharaan Viki
Berdasarkan unggahan Instagram pemilik anjing Viki, Lisa Meliana, sang anjing tanpa sepengetahuan mereka berhasil lolos dari pagar dan panik mondar-mandir di jalan depan rumah.
Lalu sekelompok anak berusia belasan tahun di di Kaliwates, Jember, Jawa Timur yang melihat hal tersebut memutuskan untuk mengambil Viki.
Baca Juga: Serangan Iran ke Israel: Pertimbangan Politik, Militer, Ekonomi hingga Tanggapan Internasional
Bukan memasukkannya kembali ke rumah, mereka malah menghantam anjing Maltase 4 kg itu dengan dengan balok semen cor di bagian muka dan kepala.
Pelaku juga meninggalkan Viki dalam kondisi kritis dengan muka berlumuran darah di tengah jalan.
Sekitar satu jam setelah kejadian, Viki baru berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke rumah pemiliknya.
Anjing berumur 6,5 tahun itu lalu dilarikan ke dokter hewan dan merenggang nyawa keesokan harinya setelah menjerit kesakitan dan muntah darah
"Dua dokter hewan sepanjang sore itu berusaha menyelamatkan nyawa Viki, tapi keesokan pagi, pukul 5.30 WIB, setelah menjerit kesakitan dan muntah darah, Viki kesulitan bernafas dan akhirnya meninggal," tulis Lisa.
Baca Juga: Iran: Tidak Ada Kesepakatan dengan Negara Manapun Sebelum Serangan Balasan ke Israel
Lisa mengungkapkan peristiwa yang menimpa sang anjing peliharaan membuat ia dan keluarganya mengalami shock berat.
Pasalnya, saat itu Viki dibawa ke Jember dari Magelang untuk berlibur karena tidak tega meninggalkan sang hewan di tempat penitipan.
"Viki kami bawa berlibur ke Jember dari Magelang karena tidak tega meninggalkan dia di penitipan. Tak kami sangka, justru ia akan menemui ajal yang menyakitkan dalam perjalanan yang seharusnya menyenangkan untuk seluruh keluarga kami ini," lanjutnya.
Baca Juga: Menahan Diri, Amerika Serikat Pilih Tidak Ambil Bagian dalam Serangan Balasan Israel Terhadap Iran
"Yang membuat keluarga kami lebih shock adalah saat menonton rekaman CCTV: para pelaku tertawa-tawa menikmati perilaku kekejaman mereka," ungkap Lisa.
Dalam proses mediasi oleh ketua RT setempat, kata Lisa, tidak terlihat pelaku sungguh-sungguh menyesali perbuatannya.
Menurut Lisa walaupun terlihat menangis, tapi ketika tidak ada yang memperhatikan salah satu dari pelaku kedapatan sedang tersenyum.
Hal tersebut lantas membuat Lisa dan keluarga memutuskan untuk melaporkan kejadian yang menimpa Viki ke pihak kepolisian.
"Kami tidak ingin membiarkan pelaku tak bernurani seperti mereka lenggang kangkung tapa menerima konsekuensi atas perbuatan keji itu. Karena itu kami putuskan untuk melapor ke kepolisian," tutupnya.
Saat ini kasus penganyiaan anjing peliharaan Viki sudah ditangani oleh Polres Jember.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






