Akurat
Pemprov Sumsel

Heboh Pengumuman Hak Eksklusif MNC Group Larang Nobar Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia, Netizen: Gas Pakai VPN!

Iim Halimatus Sadiyah | 28 April 2024, 17:05 WIB
Heboh Pengumuman Hak Eksklusif MNC Group Larang Nobar Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia, Netizen: Gas Pakai VPN!

AKURAT.CO Baru-baru ini, pengumuman dari MNC Group telah membuat publik terkejut karena melihat salah satu pernyataan yang melarang nonton bareng (nobar) Timnas Indonesia di Piala Asia.

Sebagai pemegang hak eksklusif lisensi media rights dan official broadcaster dari AFC U-23 Asian Cup 2024 atau Piala Asia U-23 2024, MNC Group telah menegaskan kepada seluruh masyarakat agar bisa lebih bijak dalam penggunaan artribut.

Dikutip dari laman resmi RCTI+, Minggu (28/4/2024), pengumuman MNC Group pada hari Sabtu kemarin, berisi tentang keputusan penting terkait penggunaan atribut yang tidak resmi.

Pertama, MNC Group menegaskan bahwa mereka adalah satu-satunya pemegang hak eksklusif lisensi media rights dan official broadcaster dari AFC U-23 Asian Cup 2024 di wilayah Negara Republik Indonesia.

Baca Juga: VIRAL! MNC Group Larang Nobar Pertandingan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia, Angela Tanoesoedibjo Beri Penjelasan

Kedua, MNC Group dan Asian Football Confederation (AFC) memiliki hak untuk menggunakan dan/atau mengasosiasikan lambang atau logonya dengan lambang resmi, maskot, dan trophy AFC U-23 Asian Cup 2024 di wilayah Republik Indonesia.

Selanjutnya, MNC Group juga mengungkap beberapa poin penting yang dilarang untuk dilakukan oleh semua pihak, tanpa persetujuan mereka.

MNC Group juga mengancam kepada pihak-pihak yang melanggar aturan tersebut, seperti sanksi pidana dan denda sesuai dengan Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berikut ini beberapa poin tentang penggunaan logo atau atribut untuk Piala Asia U-23 2024 dan penyelenggaraannya yang telah disampaikan oleh pihak MNC Group, antara lain:

Baca Juga: MNC Group Larang Gelar Nobar Piala Asia U-23, yang Bandel Bisa Kena Denda hingga Berujung Penjara!

1. Menggunakan dan/atau mengasosiasikan lambang dan logo bersama dengan kata-kata/tulisan, lambang, emblem, logo, maskot, nama kompetisi, trophy resmi AFC U-23 Asian Cup 2024.

2. Menyiarkan dan/atau meredistribusikan siaran AFC U-23 Asian Cup 2024.

3. Memproduksi dan/atau mengadakan kegiatan, termasuk program acara, kompetisi dan/atau promosi dalam bentuk apapun dan melalui media apapun, seperti program undian, SMS, kuis, games, polling, yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan AFC U-23 Asian Cup 2024.

4. Menggunakan clip maupun copy dari semua penayangan pertandingan AFC U-23 Asian Cup 2024, baik secara langsung (live) maupun siaran ulang (re-run).

5. Membuat berita atau artikel dengan kata-kata/tulisan, lambang, emblem, logo, maskot, trophy resmi AFC U-23 Asian Cup 2024, (Competition Marks dan Competition Names) yang dalam format/lay-out yang memberi kesan didukung, dipersembahkan atau disponsori oleh sponsor-sponsor selain sponsor resmi AFC di wilayah negara Republik Indonesia.

6. Menyelenggarakan kegiatan on air, kegiatan off air termasuk nonton bareng.

7. Promo media cetak, digital media, billboard dengan asosiasi iklan.

Viralnya pengumuman resmi MNC Group, telah membuat warganet heboh dan memberi tanggapan berupa sindiran.

“Akibat pemilik MNC sekeluarga gagal nyaleg,” tulis @kanakanxxxxxxxx. 

“Mau dukung negara sendiri ribet amat,” tulis @handrypraxxxxx. 

“Nonton di YouTube AFC pakai VPN Netherland beuhhh lancar jaya udah gratis lagi,” balas @risapuxxxxx. 

“Gas pakai VPN kalau emang dilarang,” tulis @purwokertoxxxxxx.  

“Awas nanti rakyat Indonesia boikot MNC TV, jangan jadi boomerang buat MNC atas support dan hiburan masyarakat Indonesia yang support negaranya,” balas @shaharginanxxxxx. 

Itulah beberapa tanggapan netizen yang justru menyarankan rakyat Indonesia menonton Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia menggunakan VPN.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.