Akurat
Pemprov Sumsel

Terungkap! Begini Tata Cara Pelaksanaan Sumpah Pocong yang Digelar Saka Tatal di Padepokan Agung Amparan Jati

Sulthony Hasanuddin | 9 Agustus 2024, 11:42 WIB
Terungkap! Begini Tata Cara Pelaksanaan Sumpah Pocong yang Digelar Saka Tatal di Padepokan Agung Amparan Jati

 

AKURAT.CO Saka Tatal, melalui kuasa hukumnya, berencana melakukan sumpah pocong untuk menyatakan bahwa ia bukanlah pelaku pembunuhan dan pemerkosaan yang dituduhkan kepadanya.

Dalam kasus ini, Saka Tatal yang sebelumnya telah divonis dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eky, dijadwalkan melakukan sumpah pocong di Padepokan Agung Amparan Jati, Kabupaten Cirebon, setelah salat Jumat (9/8/2024) untuk menegaskan bahwa dirinya bukanlah pelaku kejahatan tersebut.

Sumpah pocong sendiri merupakan salah satu tradisi masyarakat pedesaan di Indonesia, melibatkan seseorang yang dibalut kain kafan layaknya orang yang telah meninggal.

Baca Juga: Benarkah Saka Tatal Berisiko Jadi Setan Pocong Jika Melanggar Sumpahnya?

Tradisi ini sering kali dipraktekkan dengan tata cara yang berbeda, namun esensinya tetap sama yakni sebagai alat terakhir untuk membuktikan suatu tuduhan atau kasus yang tidak memiliki bukti kuat.

Dalam sistem peradilan Indonesia, sumpah pocong dikenal sebagai sumpah mimbar dan sering kali digunakan dalam konteks perdata ketika bukti-bukti yang ada tidak cukup untuk menyelesaikan sengketa.

Meskipun tidak diatur secara resmi dalam Hukum Perdata, sumpah pocong menjadi alat pembuktian yang kuat di mata masyarakat karena dampak psikologisnya yang besar.

Tradisi ini tidak hanya menekan pelaku sumpah untuk berbicara jujur, tetapi juga memberikan tekanan moral dan spiritual yang mendalam.

Upaya Terakhir Membuktikan Kebenaran oleh Saka Tatal dengan Sumpah Pocong

Kasus Saka Tatal merupakan contoh nyata bagaimana sumpah pocong masih digunakan sebagai alat pembuktian dalam sengketa yang sulit dibuktikan kebenarannya.

Baca Juga: Menguak Fakta Sumpah Pocong, Ritual Mengerikan yang Akan Dijalani Saka Tatal Demi Buktikan Kebenaran Terkait Kasus Vina Cirebon

Padepokan Agung Amparan Jati dipilih sebagai tempat pelaksanaan sumpah ini karena pemimpin padepokan, Raden Gilap Sugiono, memberikan dukungan penuh dalam upaya mencari kebenaran dan menegakkan keadilan.

Sumpah pocong yang akan dilakukan Saka Tatal juga menantang pihak lain yang terlibat dalam kasus ini, termasuk pihak kepolisian yang diduga melakukan rekayasa dalam penanganan kasus tersebut.

Jika sumpah ini benar dilaksanakan, maka hasilnya akan sangat menentukan persepsi masyarakat terhadap kebenaran yang selama ini diperdebatkan.

Baca Juga: Demi Dukung Sumpah Pocong Saka Tatal Siang Ini, Apa Saja Persiapan di Padepokan Agung Amparan Jati?

Pelaksanaan sumpah pocong ini akan melibatkan berbagai elemen tradisi, mulai dari memandikan pelaku sumpah layaknya mayat, hingga mengenakan kain kafan dan mengucapkan sumpah di hadapan saksi-saksi yang ditunjuk.

Dalam kasus Saka Tatal, persiapan khusus telah dilakukan, termasuk menyediakan bumbu mayit seperti kain kafan, daun bidara, dan kapur barus yang merupakan bagian dari ritual tersebut.

Meskipun sumpah pocong bukan bagian dari ajaran Islam secara resmi, dalam kasus-kasus tertentu seperti ini, sumpah pocong dianggap sebagai upaya terakhir untuk membuktikan kebenaran di hadapan Tuhan.

Saka Tatal berharap sumpah ini bisa membersihkan namanya dan membuka jalan menuju keadilan yang sejati.

Tata Cara Pelaksanaan Sumpah Pocong Saka Tatal

1. Pelaku sumpah dalam hal ini Saka Tatal, dimandikan seperti layaknya mayat oleh keluarga dekatnya, disaksikan oleh saksi-saksi yang ditunjuk.

2. Pelaku kemudian didandani dan dibalut kain kafan, diperlakukan seperti mayat sesuai tata cara pemakaman Islam.

Baca Juga: Lihat Trailer Film Laura, Greta Irene Tak Tahan Tangis

3. Pelaku mengucapkan syahadat sebagai pengakuan imannya kepada Allah SWT.

4. Surat Yasin dan doa-doa lainnya dibacakan, seperti halnya saat memanjatkan doa bagi yang telah meninggal.

5. Pelaku mengucapkan sumpah atau ijab atas hal yang ingin ditegaskan atau disangkalnya. Contoh “Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah SWT yang Maha Melihat, saya menyatakan bahwa tuduhan yang ditimpakan kepada saya adalah fitnah, dan apabila saya berdusta, saya siap menerima azab dan laknat dari Allah.”

6. Para saksi dan hadirin berdoa bersama, memohon ampunan kepada Allah SWT.

7. Setelah itu, pelaku sumpah dibuka kain kafannya.

8. Sumpah diakhiri dengan bersalam-salaman antara pelaku sumpah, saksi-saksi, dan pihak yang berseberangan.

9. Sering kali, acara diakhiri dengan makan bersama.

Baca Juga: Agar Tak Merugi, Pakar Sebut Pertamina Harus Menaikkan Harga Pertamax

Penting untuk diingat bahwa sumpah pocong ini merupakan tradisi lokal dan tidak diatur secara resmi dalam hukum Islam maupun hukum negara, sehingga penggunaannya dalam menyelesaikan sengketa sebaiknya dipertimbangkan dengan matang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.