AKURAT.CO, Tim para tenis meja Indonesia mendapatkan hasil positif saat di kejuaraan ITTF Astana Para Open 2024, di Astana, Kazakhstan, 1-3 Maret 2024.
Skuad Merah Putih memboyong total sembilan medali dengan rincian tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Hasil ini sangat penting mengingat pengumpulan poin Paralimpiade Paris 2024 masih berlangsung.
Kepingan emas pertama disumbangkan Adyos Astan di nomor tunggal putra Kelas 4. Adyos menundukkan kompatriotnya di partai puncak, Yayang Gunaya, dengan skor akhir 3-2.
Adyos berharap hasil ini dapat semakin mendekatkan poinnya untuk bisa memastikan tiket lolos Paralimpiade Paris.
"Semoga hasil ini semakin mendekatkan kita dengan poin yang kita kejar untuk memastikan tiket ke Paralimpiade Paris 2024," kata Adyos melalui keterangan resmi yang diterima Akurat.co, Senin (4/2/2024).
Walau harus menghadapi laga yang tidak mudah lantaran cuaca dingin di Astana, namun tidak menghalangi langkah atlet para tenis meja nasional.untuk keluar sebagai yang terbaik.
Bahkan, menurut Adyos, kondisi ini mereka jadikan pengalaman pelajaran ketika harus bertanding dalam cuaca dingin.
"Sungguh pengalaman yang sangat berkesan karena kami bertanding dalam suhu yang sangat dingin di bawah sepuluh derajat, karena kota Astana diselimuti salju. Kami bersyukur pemain dan ofisial bisa menjalankan tugas dengan sangat baik dan berprestasi bagus," kata menambahkan.
Emas selanjutnya datang dari nomor ganda campuran Kelas 7 lewat pasangan Yayang Gunaya/Osrita Muslim. Yayang/Osrita sukses menaklukkan wakil Chile, Luis Rodrigo Bustamante Flores/Tamara Isabel Leonelli, dengan skor 3-1.
Sedangkan untuk kepingan emas terakhir direbut sektor ganda putra Kelas 18 lewat pasangan Komet Akbar/Banyu Tri Mulyo yang menyingkirkan wakil Polandia, Igor Misztal/Maksym Hubert Chudzicki, dengan skor akhir 3-2.
Komet Akbar mengaku bangga dengan hasil yang dia raih pada kejuaraan kali ini. Pasalnya, selain kepingan emas, Komet juga berhasil meraih tambahan satu medali perunggu.
"Alhamdulilah, saya dan Banyu berhasil merebut medali emas di nomor ganda dan saya juga bisa meraih perunggu di single. Semoga hasil bagus ini memacu kami untuk lebih berprestasi lagi," kata Komet Akbar.
Secara terpisah, pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara, mengapresiasi perjuangan atlet-atlet para tenis meja yang mampu menunjukan penampilan terbaik meskipun bertanding dalam cuaca ekstrim.
"Saya bangga atas prestasi luar biasa yang diraih oleh atlet para-tenis meja kita yang mampu meraih prestasi luar biasa meskipun mereka bermain di kota yang suhunya sangat dingin serta setiap hari diguyur salju," puji Bayu.
Sementara itu tiga medali perak dipersembahkan oleh Yayang di sektor tunggal putra Kelas 4, Osrita di sektor tunggal putri Kelas 3, dan Adyos/Yayang di sektor ganda putra Kelas 8.
Untuk tiga medali perunggu disumbangkan oleh Agus Sutanto di sektor tunggal putra Kelas 5, Komet Akbar di sektor tunggal putra Kelas 10, dan Leli Marlina/Osrita di sektor ganda putri Kelas 10.