Seberapa Besar Dampak Kemenangan Oleksandr Usyk atas Tyson Fury pada Perang di Ukraina?

AKURAT.CO, “Ini untuk Tuhan, para pendukung, negara, tentara Ukraina, ayah dan ibu Ukraina, anak-anak.”
Kalimat tersebut disampaikan oleh petinju asal Ukraina, Oleksandr Usyk, selepas ia mengalahkan Tyson Fury dalam pertarungan untuk lima gelar juara dunia sekaligus status tak terbantahkan (undisputed) di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (18/5).
Pernyataan yang sejatinya punya gema melampaui sekadar pertarungan tinju kelas berat elite dunia. Karena Oleksandr Usyk tahu bahwa kalah atau menang memberikan citra bagi negaranya yang saat ini sedang berperang melawan Rusia.
Baca Juga: Bikin Tyson Fury Dihitung Wasit di Ronde 9, Oleksandr Usyk Sapu 5 Gelar Plus Undisputed!
Bahkan Tyson Fury yang dikalahkan Oleksandr Usyk dalam pertarungan 12 ronde mengatakan bahwa publik cenderung memihak lawannya karena sang rival datang dari negara yang sedang berperang.
“Negaranya sedang perang. Jadi orang-orang berpihak pada seseorang yang negaranya sedang dalam perang. Saya memenangi pertarungannya,” kata Fury sebagaimana dipetik dari The Guardian.
Situasi ini sebenarnya sudah diantisipasi oleh Fury dan agaknya itulah alasan mengapa petinju asal Inggris eks juara dunia tinju kelas berat WBC itu menolak melawan Usyk di awal 2023.
Pertimbangannya adalah bahwa Usyk akan punya motivasi lebih karena ketika itu perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022 masih panas-panasnya. Dukungan publik ketika itu juga akan lebih kuat condongnya ke arah Usyk.
Baca Juga: Juara Dunia Tinju Ini Persenjatai Diri untuk Pertahankan Ukraina dari Invasi Rusia
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengucapkan selamat atas kemenangan Usyk dengan sentimen perang yang cukup bisa dirasakan. Kemenangan Usyk, kata Zelenskiy, menunjukkan bahwa orang Ukraina bisa mengalahkan semua musuh.
“Orang Ukraina memukul dengan keras! Dan pada akhirnya, semua lawan akan dikalahkan,” tulis Zelenskiy melalui platform Telegram. “Daya tahan dan kekuatan orang Ukraina telah melahirkan kemenangan Ukraina.”
Oleksandr Usyk sejatinya juga tidak jauh dari perang meski ia berkelana di luar Ukraina untuk melakukan pertarungan elite. Usyk adalah salah satu atlet yang bergabung dengan tentara Ukraina tak lama setelah invasi Rusia ke negaranya pada 24 Februari 2022.
Padahal, ketika itu ia sedang menikmati gelar juara dunia pertamanya dengan mengalahkan Anthony Joshua pada September 2021. Setelah terlibat dalam perang beberapa waktu, Usyk kembali ke kamp latihan untuk tarung ulang melawan Joshua yang akhirnya dimenanginya pada Agustus 2022.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





