AKURAT.CO, Floyd Mayweather mendapat serangan dari sejumlah orang ketika hendak berbelanja dan tengah mengunjungi toko perhiasan di Hatton Garden, London, Inggris, beberapa hari silam.
Petinju berjuluk "Money" itu mendapat penjagaan ketat dari para pengawalnya untuk meninggalkan lokasi kejadian.
Dikutip dari The Sun, Floyd Mayweather hampir menjadi sasaran amuk massa lantaran dukungannya terhadap Israel di tengah konflik yang berlangsung di Gaza.
Seorang saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa setidaknya ada sekitar delapan sampai sepuluh orang yang coba mengejar Floyd Mayweather. Juga sekitar 20-25 orang menyaksikan kejadian tersebut.
"Tim keamanan Mayweather kalah jumlah. Seseorang mengatakan bahwa Mayweather sedang berbelanja ketika ditanya mengapa dia mendukung Israel," kata salah seorang saksi mata seperti dinukil laman The Sun, Senin (16/12).
"Dia menegaskan kembali dan mengatakan dia bangga mendukung kaum Yahudi. Lalu seseorang menyerangnya karena itu. Kelihatannya sangat terarah. Dia dibawa keluar toko, tetapi saat itu ada banyak orang yang mencoba memukulnya, dan mendorong pengawalnya.
"Floyd menerima beberapa pukulan selama kejadian itu, tetapi pengawalnya coba memukul mundur masa sekaligus berusaha menjaga jarak antara Mayweather dan massa."
Namun, tak lama berselang dari kejadian tersebut Mayweather memberikan pernyataan melalui laman media sosial instagram pribadinya.
Ia menulis bahwa tak ada seorangpun dari kerumunan massa itu yang berhasil mendaratkan pukulan ke arahnya.
"Biar saya luruskan dulu... rumor yang beredar tidak benar. Saya tidak dipukul atau disentuh dengan cara apa pun," tulis Mayweather di instagram pribadinya, @floydmayweather.
"Apa yang Anda lihat hanyalah tim keamanan saya yang melakukan tugas mereka untuk menjaga keadaan tetap terkendali.
"Saya berada di Inggris untuk singgah sebentar selama 48 jam untuk berbelanja dan sayangnya, orang-orang membiarkan kecemburuan dan kenegatifan memicu cerita-cerita palsu. Saya baik-baik saja dan tidak ada yang lebih buruk dari itu."
Mayweather secara luas dianggap sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa. Selama karier profesionalnya sejak 1996 hingga 2017, dia mampu mencatat rekor sempurna 50-0 dengan gelar juara dunia di lima kelas berbeda dalam perjalanannya.
Setelah pensiun, Mayweather melakoni satu laga terakhir melawan Conor McGregor. Di laga itu ia disebut mendapat bayaran sedikitnya US$100 juta. Dia sekarang aktif di laga-laga eksibisi.