Dmitry Bivol Harus Rubah Strategi untuk Bisa Raih Kemenangan di Laga Ulang Lawan Beterbiev

AKURAT.CO - Dmitry Bivol akan mencoba strategi yang berbeda untuk bisa memenangkan pertarungan ulang melawan juara kelas berat ringan tak terbantahkan, Artur Beterbiev, di Riyadh, Arab Saudi, pada 22 Februari 2025 mendatang.
Untuk bisa mengamankan kemenangan dalam pertemuan keduanya dengan Beterbiev, Bivol harus bisa mengubah gaya bertarungnya dari bertahan menjadi lebih agresif.
"Tentu saja saya perlu melakukan sesuatu yang berbeda dan saya tahu apa yang akan saya tambahkan, saya tahu apa yang akan saya ubah sedikit," kata Bivol dikutip laman Boxingnews24.
Mantan juara WBA itu tidak mengatakan secara gamblang, tetapi ia menghabiskan bangak waktu untuk 'lari' dari serangan Beterbiev yang mengejutkannya dengan pukulan keras di ronde ketujuh.
Bivol tidak menunjukkan keinginan untuk bertahan setelah ronde tersebut. Lima ronde terakhir berjalan monoton dengan dominasi Beterbiev.
Penasihat Kerajaan Arab, Turki Alalashikh, seharusnya menandingkan Beterbiev dengan David Benavidez, Joshua Buatsi, atau David Morrell, daripada mengatur pertandingan ulang dengan Bivol.
Petinju berusia 34 tahun itu seharusnya mendapatkan laga ulang melawan Beterbiev jika dia berhasil mengalahkan satu atau dua petarung tersebut daripada langsung diberikan pertarungan ulang melawan Beterbiev.
"Saya punya kesempatan lagi dan (Turki Alalshikh) memberi tahu tentang tanggal (pertarungan ulang) ini sehari setelah pertarungan," jelas Bivol.
"Ia ingin pertandingan ulang pada tanggal ini. Ia bertanya kepada saya, dan bertanya kepada Beterbiev yang menjawab ya. Sejak hari itu saya yakin akan memiliki kesempatan ini lagi."
Alalshikh memang memberikan kesempatan lagi bagi Bivol. Tapi, itu tidak akan membantunya kecuali dia bertarung dengan lebih agresif, dan berhenti 'melarikan diri' seperti yang ia lakukan terakhir kali.
Dalam pertemuan pertama, Beterbiev mampu meraih kemenangan dengan keputusan mayoritas (majority decision) dari tiga juri yang memberi nilai 116-112, 115-113 untuk Beterbiev, dan 114-114.
Beberapa penggemar tinju merasa skor 116-112 terlalu jauh. Tetapi itu mencerminkan bagaimana Bivol tidak bisa berdiri dan bertarung dengan selayaknya menghadapi Beterbiev.
Dia menerapkan gaya pukul-lari, yang menunjukkan bahwa dia tidak mau bertarung. Tidak mengherankan, pukulan Bivol kurang bertenaga karena pikirannya terfokus untuk melarikan diri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







