Efek Instruksi Donald Trump, AS Larang Atlet Transgender Berlaga di Kategori Putri
Leo Farhan | 23 Juli 2025, 17:39 WIB

AKURAT.CO, Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat (USOPC) resmi menerapkan larangan terhadap atlet transgender wanita untuk tampil di kategori olahraga putri.
Kebijakan tersebut diumumkan secara diam-diam melalui pembaruan di laman resmi USOPC dan dikonfirmasi dalam surat resmi yang dikirimkan ke seluruh badan olahraga nasional Amerika Serikat.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap perintah eksekutif Presiden AS, Donald Trump, bertajuk Keeping Men Out of Women’s Sports yang diteken Februari lalu.
Perintah tersebut memberikan ancaman pemotongan dana kepada organisasi yang masih memperbolehkan atlet transgender tampil di kategori perempuan.
"Sebagai organisasi yang berada di bawah mandat federal, kami berkewajiban menaati ekspektasi yang ditetapkan pemerintah pusat," tulis CEO USOPC, Sarah Hirshland, dan Presiden USOPC, Gene Sykes, dalam pernyataan resminya sebagaimana dikutip dari The Guardian.
Dalam kebijakan terbarunya, USOPC menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kompetisi yang dinilai "adil dan aman" untuk atlet putri.
Seluruh federasi nasional yang berada di bawah naungan USOPC didorong untuk menyelaraskan kebijakan internalnya dengan aturan baru ini.
Konsekuensinya, hingga level akar rumput, klub olahraga lokal pun berpotensi terpaksa mengubah kebijakan penerimaan atlet agar tetap terafiliasi dengan federasi pusat.
Kebijakan ini menuai respons yang cukup beragam dari Federasi. Sejumlah badan olahraga tengah menyesuaikan diri. USA Fencing (anggar), misalnya, mulai 1 Agustus 2025 membatasi nomor putri hanya untuk atlet yang ditetapkan sebagai perempuan sejak lahir.
Sementara nomor putra dibuka untuk semua atlet di luar kriteria tersebut, termasuk transgender perempuan, transgender laki-laki, interseks, dan non-biner.
Di sisi lain, kebijakan ini juga memantik kritik tajam dari kelompok pegiat hak sipil. Presiden sekaligus CEO National Women’s Law Center, Fatima Goss Graves, menyebut USOPC tunduk pada tekanan politik yang justru mengorbankan perlindungan bagi atlet itu sendiri.
"USOPC telah mengabaikan kebutuhan dan keselamatan atletnya demi memenuhi tuntutan politik," tegas Graves.
Sebelumnya, NCAA juga memperbarui aturannya yang kini hanya mengizinkan atlet yang secara biologis perempuan sejak lahir untuk bertanding di kategori putri. Revisi tersebut diumumkan hanya sehari setelah perintah eksekutif Donald Trump disahkan.
Perdebatan soal keikutsertaan atlet transgender dalam olahraga perempuan telah menjadi isu yang memecah belah di Amerika Serikat.
Setidaknya 24 negara bagian kini memiliki undang-undang yang melarang atlet transgender perempuan tampil di kategori putri meski sebagian di antaranya masih menghadapi gugatan hukum.
Sementara itu, di level global, sejumlah federasi internasional seperti World Aquatics, Union Cycliste Internationale (UCI), dan World Athletics telah lebih dulu menetapkan larangan bagi atlet yang mengalami masa pubertas laki-laki untuk bertanding di kategori wanita.
FIFA bahkan saat ini sedang meninjau ulang pedoman kelayakan berdasarkan kadar hormon testosteron.
Ketua baru Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kirsty Coventry, menyatakan bahwa perlindungan kategori perempuan akan menjadi prioritas selama masa kepemimpinannya. Namun, IOC tetap menyerahkan keputusan teknis kepada masing-masing federasi olahraga.
Sebelumnya, Trump bahkan mendesak IOC untuk merevisi seluruh kebijakan mereka terkait atlet transgender menjelang Olimpiade Los Angeles 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









