Bantah Melecehkan, Hendra Basir Akui Pernah Cium Atlet Panjat Tebing Putri Dalam Suasana Emosional
Dian Eko Prasetio | 25 Februari 2026, 01:21 WIB

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia non-aktif, Hendra Basir, akhirnya angkat bicara terkait tudingan miring yang menimpa dirinya.
Hendra Basir memberikan klarifikasi mengenai tuduhan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap delapan atlet Pelatnas Panjat Tebing yang memicu penonaktifan dirinya oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Pelatih yang pernah mengantarkan Veddriq Leonardo meraih emas Olimpiade itu memang mengakui bahwa ia memang pernah mencium kening atau ubun-ubun serta memeluk atlet putri.
Baca Juga: Panjat Tebing Diguncang Kasus Pelecehan Seksual, Pelatih Juara Olimpiade Hendra Basir Di-Nonaktifkan
Namun, Hendra Basir menegaskan tindakan tersebut dilakukan dalam konteks emosional kebapakan, dan bukan merupakan tindakan asusila.
Hendra menjelaskan bahwa aksi memeluk dan mencium kening atlet putri hanya terjadi pada momen-momen emosional.
Misalnya seperti saat atlet sedang dalam kondisi mental yang jatuh (drop) atau menangis usai bertanding maupun latihan.
"Tetapi itu 'kan dalam konteks memberikan semangat kepada mereka kalau sedang menangis atau mentalnya drop, jadi ya pasti saya peluk dan diakhirnya mencium keningnya," kata Hendra seperti dikutip Antara, Selasa (24/2).
"Layaknya kebiasaan yang saya lakukan kepada anak saya kalau habis shalat atau mau berangkat sekolah."
Baca Juga: SEA Games: Tim Panjat Tebing Indonesia Borong Emas Nomor Speed, Total Sudah Koleksi 8 Medali
Tidak mau masalah ini berlarut semakin panjang, ia menantang pihak pelapor untuk membuktikan bagian mana dari tindakannya yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual serius.
Misalnya meraba bagian vital atau paksaan seksual lainnya yang dengan tegas ia bantah.
"Silakan ditanyakan kepada delapan atlet terkait, bagian yang mana saya melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik," cetusnya.
Pola Latihan Keras Sejak 2012
Terkait tudingan kekerasan fisik, pelatih yang telah mengabdi sejak 2012 ini tidak menampik bahwa dirinya dikenal sebagai pelatih yang galak dan disiplin.
Menurutnya, hal itu adalah bagian dari metode membentuk mental juara di level tertinggi dunia.
Hendra merasa ada kejanggalan dalam kasus ini. Ia menyebut selama 12 tahun bekerja sama dengan psikolog tim, tindakannya tersebut tidak pernah diperingatkan sebagai bentuk pelecehan. Ia bahkan menduga ada upaya sistematis untuk menyudutkan posisinya.
Hendra membeberkan bahwa dari delapan atlet yang melapor (lima putra dan tiga putri), salah satu atlet putri bahkan sudah meminta maaf kepadanya di hadapan atlet lain pada pertengahan Januari lalu karena merasa masalah ini menjadi bola liar yang menyudutkan sang pelatih.
"Jadi menurut saya, ini memang terkonsep untuk memojokkan. Begitu pun ya tidak apa-apa, saya terima penonaktifan itu, meski sampai saat ini tidak ada undangan federasi kepada saya untuk mengklarifikasi informasi yang beredar," tambah Hendra.
Kasus ini bermula dari laporan delapan atlet kepada Ketua Umum PP FPTI, Yenny Wahid, pada 28 Januari 2026 lalu.
Hingga kini, Hendra Basir masih berstatus nonaktif guna menjaga objektivitas pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) FPTI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








