Ketua Umum PP KBI, Ngatino, menyayangkan adanya opini yang cenderung menyudutkan federasi tanpa konfirmasi resmi. Hal ini disampaikan Ngatino dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (13/2).
Baca Juga: SEA Games: Kick Boxing Indonesia Sumbang Total 6 Medali dengan 1 Emas, Jika Tidak Dicurangi Bisa Lebih
"Narasi yang berkembang di ruang publik tidak seluruhnya berdasarkan fakta, bahkan sebagian disampaikan tanpa konfirmasi kepada PP KBI. Kami selalu bergerak berdasarkan AD/ART, bukan kepentingan pribadi atau kelompok," tegas Ngatino di Jakarta, Jumat (13/2).
Ngatino yang juga seorang pengacara senior ini menyoroti munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan "forum silaturahmi" untuk mengambil keputusan organisasi.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak memiliki legitimasi hukum. Ia menjelaskan dalam struktur KBI, keputusan yang sah hanya bisa diambil melalui mekanisme resmi seperti Musyawarah Nasional (Munas), Rapat Kerja Nasional (Rakernas), atau Rapat Pleno.
"Silaturahmi itu silakan saja, tidak dilarang. Namun, kalau mengatasnamakan Pengprov se-Indonesia, ya semua harus diundang. Silaturahmi tidak bisa mengambil keputusan organisasi. Jadi, kami anggap itu ilegal meski saya tetap menghargai kemauan mereka," jelasnya.
Terkait persiapan Munas KBI untuk memilih Ketua Umum periode empat tahun ke depan, Ngatino memastikan agenda tersebut tetap berjalan sesuai rel.
Baca Juga: SEA Games: Timnas Kick Boxing Indonesia Target Sapu Bersih Emas di Thailand
Ia menyebut pembentukan panitia Munas serta tim penjaringan adalah amanah Rakernas pada 1 Desember 2025 lalu.
"Kalau kami tidak melaksanakan mandat Rakernas untuk membentuk panitia penjaringan, justru kami yang salah secara organisasi. Jadi, mekanisme yang kami ambil sudah merujuk pada ketentuan," tambahnya.
Saat disinggung mengenai isu adanya upaya penjagalan terhadap bakal calon ketua umum tertentu, Ngatino menyerahkan penilaian tersebut kepada publik.
Ia menegaskan proses penjaringan sudah berakhir dan hasilnya akan dilaporkan dalam forum resmi.
Ngatino yang telah berkecimpung di dunia olahraga selama 40 tahun ini mengingatkan agar dinamika internal tidak merusak ekosistem kick boxing yang sudah dibangun dengan susah payah hingga mampu menembus ajang SEA Games dan Asian Games.
Terlebih, perkembangan kick boxing Indonesia terus dipantau oleh konfederasi Asia (AKC) serta dunia (WAKO). Konflik internal dikhawatirkan dapat merugikan posisi Indonesia di mata internasional.
"Saya tidak mencalonkan diri lagi. Saya hanya ingin semua berjalan sesuai aturan agar kick boxing semakin berprestasi serta dicintai anak muda. Jangan sampai perjuangan membangun olahraga ini dari bawah menjadi sia-sia karena kegaduhan yang tidak berdasar," tutup pendiri KBI tersebut.