Akurat
Pemprov Sumsel

Sempat Diguncang Isu Pelecehan, Mental Atlet Panjat Tebing Indonesia Sudah Kembali 'On Track'

Dian Eko Prasetio | 3 April 2026, 18:06 WIB
Sempat Diguncang Isu Pelecehan, Mental Atlet Panjat Tebing Indonesia Sudah Kembali 'On Track'
Sejumlah atlet panjat tebing Indonesia dalam sesi latihan di Bekasi, Jawa Barat.

AKURAT.CO, Sempat diguncang isu miring terkait dugaan pelecehan seksual di internal organisasi, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memastikan mental para atlet kini telah pulih.

Tim Merah Putih bahkan dalam kondisi siap tempur menghadapi World Climbing Asia Championship 2026 di Meishan, China, 8-12 April mendatang.

Ketua Umum PP FPTI, Yenny Wahid, mengakui bahwa skandal tersebut sempat memukul psikis para atlet dan mengganggu ritme latihan di pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Namun, langkah cepat diambil federasi dengan memberikan pendampingan psikologis berkelanjutan.

"Alhamdulillah, walaupun kemarin kita menghadapi cobaan yang cukup signifikan, mengguncang mental dan mengganggu ritme latihan, tetapi sekarang sudah on track kembali berlatih secara normal," kata Yenny Wahid saat ditemui di Hotel Santika, Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026).

Yenny menegaskan bahwa FPTI tetap berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara transparan melalui Tim Pencari Fakta (TPF).

Selain itu, sampai saat ini proses hukum terus berjalan meskipun terduga pelaku tercatat sudah mangkir dari dua kali panggilan federasi.

"Kita ingin memberikan hak jawab kepada terduga pelaku sesuai mekanisme hukum dan aturan internal organisasi. Sekarang, kita serahkan semuanya ke proses hukum," tegas putri Presiden RI keempat tersebut.

Veddriq Leonardo dan Desak Made Fokus Kejar Tiket Nagoya

Di tengah kemelut organisasi, para atlet elite Indonesia seperti Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi menunjukkan profesionalisme tinggi.

Mereka memilih memisahkan urusan internal dengan target besar mengamankan tiket Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.

Veddriq Leonardo bahkan mengungkapkan bahwa suasana di dalam tim sudah jauh lebih kondusif dibandingkan saat awal isu tersebut mencuat. Ia menegaskan fokusnya kini sepenuhnya tertuju pada persaingan di papan panjat.

"Kondisi kita saat ini jauh lebih baik dari awal kejadian. Untuk hal tersebut (isu pelecehan), kita kesampingkan dulu, kita fokus untuk kualifikasi. Siap tempur!" tegas Veddriq.

Peraih emas Olimpiade Paris 2024 ini juga mulai mewaspadai kebangkitan rival dari China, Kazakhstan, dan Iran yang mulai konsisten mencatatkan waktu di bawah lima detik.

Senada dengan Veddriq, andalan Indonesia di sektor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi, mengaku sudah kembali menikmati rutinitas latihan.

Meski mewaspadai faktor cuaca di China, Desak optimistis bisa memberikan hasil maksimal.

"Untuk sekarang, saya lihat mereka sudah mulai menikmati proses latihan dan kembali ke mimpi awal, yaitu untuk tampil dan berprestasi di panggung internasional," jelas Desak.

Ajang di Meishan pada 8-12 April mendatang ini akan menjadi pembuktian sejauh mana ketangguhan mental para spiderman Indonesia setelah melewati badai internal yang cukup menyita perhatian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.