Perluas Jangkauan, Campus League Season 1 Tambah Cabor Demi Optimalkan 'Gudang Medali' Indonesia

AKURAT.CO, Kompetisi olahraga mahasiswa, Campus League, resmi memasuki season satu dengan gebrakan baru berupa penambahan berbagai cabang olahraga (cabor) individu dan beladiri.
Langkah ini diambil untuk menggali potensi terpendam atlet mahasiswa di luar cabor beregu yang selama ini mendominasi.
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengungkapkan bahwa perluasan cabor ini, khususnya melalui ajang UniGames, bertujuan untuk mencari talenta terbaik bagi Indonesia dari berbagai lini.
Selain basket, bulutangkis, dan futsal seperti di Season Zero, ajang ini juga akan mempertandingkan cabor taekwondo, kempo, jujitsu, gulat, biliar, sepakbola putri, basket 3x3, dan atletik.
"Kami melihat banyak gudang medali kita yang belum dioptimasi di level kampus, terutama bela diri dan olahraga Olimpiade lainnya yang bersifat individu. Mayoritas mereka sebenarnya mahasiswa, tapi kompetisinya sering tidak menentu," kata Ryan dalam peluncuran Campus League Musim satu di Agora Mall, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ryan menambahkan, standarisasi jadwal kompetisi menjadi kunci agar pihak kampus bisa melakukan perencanaan matang dalam merekrut dan membina atlet-atletnya.
"Kami ingin menjadikan ini sebagai sebuah kultur. Dengan jadwal yang pasti, kampus bisa bersiap sejak jauh hari. Target kami adalah memberangkatkan sebanyak mungkin atlet ke level internasional," tegasnya.
Senada dengan Ryan, President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, menyatakan optimismenya terhadap kesuksesan ajang ini.
Meski terjadi lonjakan signifikan dari dua kota di musim sebelumnya menjadi enam kota pada musim ini (Samarinda, Bandung, Semarang, Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta), Victor meyakini kepemimpinan Ryan Gozali akan membawa hasil maksimal.
"Ini adalah ajang yang selalu ditunggu-tunggu. Saya optimis akan sukses besar. Ryan sudah pernah melakukan hal-hal seperti ini sebelumnya, jadi saya tidak ragu sama sekali dia akan bisa melakukannya," kata Victor.
Selain prestasi di lapangan, Campus League tetap memegang teguh filosofi pembinaan karakter. Ryan memaparkan data bahwa di Indonesia, hanya sekitar satu hingga tiga persen atlet mahasiswa yang nantinya akan benar-benar berkarier di jalur profesional.
"Kami berharap satu sampai tiga persen saja sudah sangat baik. Harapannya, Campus League menjadi pondasi agar saat mereka masuk liga profesional, mereka sudah memiliki daya jual (IP Talent) yang tinggi sehingga industrinya ikut naik kelas," jelasnya.
Kesuksesan ekspansi ke luar Pulau Jawa, khususnya ke Samarinda, tidak lepas dari kolaborasi dengan mitra strategis seperti Bayan Peduli. Ryan berharap model kerja sama ini dapat direplikasi di pulau-pulau besar lainnya di Indonesia.
"Biaya untuk melakukan ini tidak murah. Kami sangat berterima kasih kepada Bayan Peduli yang membantu kami menjangkau Kalimantan. Kami berharap akan muncul Bayan-Bayan lainnya agar kami bisa menjangkau seluruh pelosok Indonesia," tambahnya.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menegaskan bahwa investasi pada kompetisi terstruktur ini adalah bentuk pengembangan manusia untuk membentuk disiplin dan sportivitas generasi muda.
Sebagai pembuka, regional Surabaya akan memulai rangkaian kompetisi melalui cabang basket pada 22-29 April 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya, yang diikuti oleh 24 tim dari 17 perguruan tinggi termasuk peserta dari Makassar dan Jayapura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





