Akurat Logo

PON 2028: Jakarta Jadi Penyangga Utama, Pembagian Cabor Disebar di 14 Kabupaten NTT dan NTB

Dian Eko Prasetio | 23 Juni 2026, 16:41 WIB
PON 2028: Jakarta Jadi Penyangga Utama, Pembagian Cabor Disebar di 14 Kabupaten NTT dan NTB
Menpora Erick Thohir bersama tiga kepala daerah, DKI Jakarta, NTB, dan NTT usai penyerahan Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah PON XXII 2028 di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio

AKURAT.CO, Format pembagian lokasi cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 mulai menemui titik terang. Kementerian Pemuda dan Olahraga resmi merilis Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan yang menetapkan duet NTB-NTT sebagai tuan rumah utama serta menempatkan Provinsi DKI Jakarta sebagai support system atau penyangga fasilitas pertandingan.

Menpora Erick Thohir menegaskan, jumlah 67 cabor yang saat ini terdaftar di KONI masih sangat dinamis dan berpeluang dipangkas. Namun, Pemerintah mewajibkan 21 cabor unggulan yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk dipertandingkan demi menjaga tolok ukur prestasi menuju Olimpiade.

"Setiap provinsi harus fokus pada pembinaan olahraga yang menjadi keunggulan daerahnya. Untuk DKI Jakarta, Jawa Barat, atau Jawa Timur, kompleks olahraganya memang sudah mumpuni. Namun untuk provinsi lain, lebih baik fokus pada cabang yang daerahnya kuat agar tidak ada pembajakan atlet dan pembinaan berjalan transparan," jelas Erick.

Merespons penunjukan sebagai backup mechanism, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapan total ibu kota dalam menyokong PON 2028. Jakarta diproyeksikan mengambil alih cabor-cabor yang belum memiliki fasilitas memadai di wilayah timur.

"Kami memiliki 36 venue bertaraf internasional di bawah pemerintah pusat (GBK) yang siap digunakan. Selain itu, ada 220 venue kelolaan Pemda DKI di lima kota administrasi, plus fasilitas swasta baru untuk cabor voli, basket, hingga tenis. Transportasi seperti LRT rute Velodrome-Manggarai dan MRT hingga Monas juga dipastikan rampung untuk mendukung mobilitas kontingen," terang Pramono.

Sementara itu, dua tuan rumah utama memastikan pertandingan akan disebar secara merata demi mendongkrak ekonomi lokal. Gubernur NTB, Dr H Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan bahwa seluruh cabor yang ditempatkan di NTB sudah memiliki fasilitas eksistensi yang siap ditingkatkan kelasnya, didukung akses penerbangan langsung yang kini telah terhubung ke Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

https://akurat.co/arena/867819/kebut-persiapan-pon-2028-erick-thohir-ingatkan-pemda-soal-efisiensi-dan-urusan-utang

Di sisi lain, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, membocorkan strategi penempatan cabor di wilayahnya yang akan disebar ke 14 kabupaten/kota tingkat dua.

"Kami sengaja menempatkan lokasi pertandingan berdekatan dengan destinasi wisata eksotis di NTT. Konsepnya sembari berolahraga, para atlet dan suporter bisa menikmati pariwisata. Kami jamin, meski fasilitas kami tidak semegah Jakarta, hospitality dan kuliner seperti daging se'i kami akan membuat semua orang rindu untuk kembali," kata Melki optimistis.

Efisiensi anggaran ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah oleh Menpora Erick Thohir kepada para kepala daerah di Gedung Graha Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menpora Erick Thohir menegaskan, kebijakan ini diambil agar dana publik dapat dialokasikan secara tepat guna tanpa meninggalkan proyek mangkrak pasca-event. Pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan Kementerian PU, Kemenkeu, dan Kemendagri untuk memoles fasilitas olahraga yang sudah tersedia di NTB dan NTT.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, mengingatkan agar efisiensi infrastruktur ini diimbangi dengan efisiensi tata kelola atlet. Legenda bulutangkis dunia itu meminta daerah menyetop kebiasaan instan membajak atlet luar daerah demi mengejar gengsi medali.

Kemenpora bersama KONI dijadwalkan mengetatkan aturan mutasi atlet pada pekan depan. Kebijakan ini diambil demi memprioritaskan 21 cabor unggulan yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk pembinaan jangka panjang menuju panggung Olimpiade.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.