Akurat Logo

Modal 4 Medali dari Polandia, FPTI Jadikan Seri Prancis Pintu Masuk ke Asian Games

Dian Eko Prasetio | 8 Juli 2026, 15:11 WIB
Modal 4 Medali dari Polandia, FPTI Jadikan Seri Prancis Pintu Masuk ke Asian Games
Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dalam salah satu pertandingan.

AKURAT.CO, Skuad panjat tebing Indonesia terus menajamkan cakar mereka jelang bertolak ke Asian Games 2026.

Sukses memborong empat medali di World Climbing Series Krakow 2026 Polandia baru-baru ini menjadi modal penting untuk melipatgandakan kepercayaan diri tim Merah Putih.

Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Wahyu Pristiawan Buntoro, mengapresiasi daya juang para atlet yang berhasil membawa pulang satu medali emas dari Polandia.

"Alhamdulillah seperti kita ketahui beberapa medali kita dapatkan. Tentunya ini menjadi poin penting terutama bagi para atlet untuk menambah kepercayaan diri," kata Wahyu dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Misi berburu podium belum usai. Tanpa jeda lama, para "spiderman" Indonesia langsung bertolak menuju Prancis untuk mentas di seri berikutnya, World Climbing Series Chamonix 2026, yang dijadwalkan bergulir pada 10-12 Juli mendatang.

Wahyu berharap atmosfer positif dan tren juara di Krakow bisa menular dalam tryout kedua di Chamonix demi mengamankan hasil yang lebih klimaks.

https://www.akurat.co/arena/871503/bukan-protes-desak-made-rita-kusuma-dewi-sebut-pernyataannya-soal-pemerintah-murni-ekspresi-tekad

"Semoga di seri berikutnya di Chamonix, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan dua tryout kita, bersama-sama kita bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal," tuturnya.

Untuk seri Chamonix kali ini, PP FPTI mendelegasikan sepuluh atlet terbaiknya. Skuad ini terdiri dari tujuh atlet spesialis nomor speed dan tiga atlet untuk nomor lead.

Menariknya, FPTI kini tidak hanya menaruh harapan di nomor speed yang selama ini menjadi lumbung medali Indonesia.

Moncernya performa Putra Tri Ramadani alias Srondeng yang sukses menyabet emas nomor lead di Praha, Ceko, pada Juni lalu, menjadi sinyal kebangkitan baru bagi Indonesia di nomor tersebut.

"Semoga di Chamonix juga ada nomor lead yang meraih medali. Saat ini kita bisa sedikit bergembira karena di lead sudah muncul Srondeng. Semoga nanti speed kita bisa maksimal dan di lead kita juga bisa maksimal," harap Wahyu.

Seluruh rangkaian seri dunia ini ditegaskan sebagai batu loncatan penting. FPTI sengaja mengarsiteki program ini agar para atlet mampu mencapai puncak performa saat hari H di Nagoya, Jepang nanti.

"Ini tentunya akan menjadi momentum puncak di Asian Games nanti. Target kita saat ini adalah bisa meraih hasil maksimal di Asian Games. Jadi semua ini adalah bagian tak terpisahkan dari persiapan kita menuju ke sana," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.