Akurat
Pemprov Sumsel

Eng Hian: Atlet Pelatnas PBSI Harus Ubah Pola Pikir, Ikut Turnamen Jangan Hanya Cari Peringkat

Leo Farhan | 19 Juni 2025, 20:39 WIB
Eng Hian: Atlet Pelatnas PBSI Harus Ubah Pola Pikir, Ikut Turnamen Jangan Hanya Cari Peringkat
 

AKURAT.CO, Tim Bulutangkis Indonesia belum juga mendapatkan hasil maksimal setelah PBSI melakukan perombakan besar dalam tim kepelatihan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Sepanjang musim 2025 ini, skuad Pelatnas PBSI baru mendapatkan dua gelar juara BWF World Tour.
 
Yakni Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti di Thailand Masters (Super 300) dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Taipei Terbuka (Super 300).
 
Baca Juga: Atlet Pelatnas PBSI Minim Prestasi 6 Bulan Pertama, Pelatih Belum Dapatkan Program yang Tepat

Mengomentari hasil dalam enam bulan terakhir, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir atlet Pelatnas PBSI menyikapi keikutsertaan mereka di kejuaraan.

Ia meminta para pemain untuk tidak lagi menjadikan keikutsertaan mereka di turnamen sebagai ajang perbaikan peringkat. Melainkan sebagai panggung untuk meraih prestasi tertinggi, yaitu dengan merebut gelar juara.

"Saya juga mau mengikis pola pikir para atlet yang datang ke turnamen untuk memperbaiki peringkat. Pola pikirnya harus diubah, ke turnamen harus berprestasi maka peringkat akan naik," kata Eng Hian melalui keterangan resminya, Kamis (19/6).

Dalam evaluasi yang dilakukan terhadap performa atlet di sejumlah turnamen internasional selama enam bulan terakhir, pria yang karib disapa Didi itu bahkan memberikan saran untuk menurunkan level turnamen yang bakal diikuti atlet Pelatnas PBSI.
 
Baca Juga: Gagal ke Final Piala Sudirman 2025, PBSI Soroti Krisis di Ganda Putri dan Campuran

Dengan tampil di level yang lebih rendah, para pemain akan ditargetkan meraih podium. Jika target tersebut tidak tercapai, maka langsung dipikirkan tindakan yang harus dilakukan yang juga merupakan ujian bagi para pemain.

Eng Hian juga meminta pelatih untuk lebih objektif dalam menilai kesiapan anak asuhnya sebelum mengikuti sebuah turnamen.
 
Ia menekankan pentingnya standar dan parameter yang jelas dalam menentukan pemain-pemain yang layak bertanding.

"Yang terpenting pelatih harus punya standarisasi dalam pengiriman ke turnamen, bagaimana persiapannya, kondisinya siap atau tidak," kata Eng Hian.
 
"Jangan hanya ikut kata pemainnya yang mau turun di turnamen tanpa dasar dan persiapan yang bagus."

Dengan penekanan prestasi dan persiapan yang matang, PBSI berharap para atlet Pelatnas bisa tampil lebih kompetitif dan konsisten dalam setiap turnamen yang diikuti.
 
Apalagi, dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, Eng Hian melihat pola yang sama tanpa ada perbaikan signifikan dari sisi program latihan maupun strategi pengiriman atlet ke turnamen.

"Dari hasil evaluasi di setiap turnamen, permasalahannya tidak jauh dari hal-hal itu saja. Berarti belum ada perubahan program dari hasil evaluasi yang dilaporkan," kata Eng Hian.

"Ini menjadi PR saya bersama pelatih teknik dan fisik untuk membuat program latihan yang lebih tepat sasaran, agar atlet dapat mencapai performa terbaiknya."
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H