AKURAT.CO, Dua pasangan ganda putri dan satu pasangan ganda campuran Indonesia bakal difokuskan untuk tampil di gelaran Super 300 dengan harapan bisa membawa pulang gelar juara dan meningkatkan kepercayaan diri.
Mereka adalah Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari, dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.
Setelah evaluasi dari beberapa turnamen sebelumnya, keputusan tersebut membuat ketiga pasangan di atas bakal absen di Jepang Terbuka (Super 750) dan China Terbuka (Super 1000) di mana dua kejuaraan ini bakal bergulir sejak 15 - 27 Juli 2025.
"Dikarenakan hasil evaluasi dari beberapa turnamen sebelumnya yang dinilai masih belum maksimal performanya di level 500 ke atas," kata Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, melalui keterangan resminya.
"Oleh karena itu, ke depannya ketiga pasangan ini akan difokuskan untuk mengikuti turnamen level 300 dengan harapan mereka bisa juara dan kepercayaan diri mereka meningkat."
Selain Apriyani/Febi dan Rachel/Meilysa, sektor ganda putri Indonesia punya Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi sebagai andalan.
Sementara itu di sektor ganda campuran, selain Adnan/Indah, PBSI juga mengandalkan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah sebagai calon pemain andalan.
Selain keputusan untuk memfokuskan ketiga pasangan itu tampil di ajang Super 300, PBSI juga sedikit meng-up date perkembangan terbaru dari cedera yang dialami Daniel Marthin.
Tandem Muhammad Shohibul Fikri itu baru saja menjalani tindakan Arthroscopy Debridement pada lutut kiri.
Ini adalah sebuah prosedur bedah minimal invasif yang dilakukan untuk membersihkan atau memperbaiki sendi lutut yang mengalami kerusakan atau peradangan.
Hal tersebut membuat Fikri/Daniel kemungkinan bakal absen di beberapa kejuaraan terdekat seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, China, dan Makau Terbuka sebelum bergulirnya Kejuaraan Dunia pada 25 Agustus-1 September 2025.
"Proses selanjutnya menunggu pemulihan, dilanjutkan dengan fisioterapi dan penguatan otot. Butuh waktu sekitar 1-2 minggu untuk membuka jahitan dan setelah itu bisa dilakukan fisioterapi," kata Eng Hian dalam keterangan resminya.
"Total diperkirakan tiga bulan untuk bisa kembali latihan di lapangan, namun harus bertahap."
Berdasarkan konfirmasi yang diberikan PBSI, maka kemungkinan Daniel pulih paling cepat dia bisa turun di ajang BWF Super 500 di Hong Kong Terbuka yang bergulir pada 9-14 September 2025.