Korea Terbuka: Gagal di China, Skuad Indonesia Bidik Hasil Lebih Baik di Suwon Pekan Ini
Leo Farhan | 22 September 2025, 20:21 WIB

AKURAT.CO, Setelah gagal total di Hong Kong dan China Masters, tim bulutangkis Indonesia kini membidik hasil yang lebih baik saat melanjutkan perjuangan di Korea Terbuka 2025 yang bakal bergulir di Suwon Gymnasium, Suwon, Korea Selatan, 23-28 September.
Pelatih Kepala Sektor Ganda Putra Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI, Antonius Budi Ariantho, telah melakukan evaluasi setelah dua turnamen awal. Meski hasil di China Masters hanya sampai semifinal, namun performa anak asuhnya dinilai cukup menjanjikan.
"Dari hasil memang tidak sesuai harapan, hanya sampai semifinal. Tapi, dari penampilan Fajar/Fikri, Bagas/Leo, dan Rian/Yeremia sudah cukup baik," kata Antonius melalui keterangan resminya, Senin (22/9).
Antonius menaruh harapan besar pada ajang BWF World Tour Super 500 kali ini. Ia ingin anak asuhnya bisa lebih konsisten dalam menerapkan pola permainan, terutama di poin-poin penting dan krusial.
"Harapan saya di Korea Open tentu hasil yang lebih baik dan penampilan mereka lebih bagus. Anak-anak masih sering hilang fokus dan melakukan kesalahan sendiri di momen krusial. Itu yang jadi catatan untuk diperbaiki," ujarnya.
Sementara itu, sektor tunggal putri juga menjadi sorotan. Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ini menyusul mundurnya Gregoria Mariska Tunjung akibat penyakit vertigonya kembali kambuh.
Pelatih Kepala Sektor Tunggal Putri, Imam Tohari, menilai Putri Kusuma Wardani masih perlu meningkatkan mental bertanding. Terutama saat berhadapan dengan jajaran pemain papan atas dunia seperti saat ia kalah dari Akane Yamaguchi di babak perempat final.
"Kemarin memang saya melihat ada kekurangan keyakinan dari Putri saat melawan Akane. PR dia memang bagaimana menembus empat pemain di top ini. An Se Young, Wang Zhi Yi, Akane dan Chen Yu Fei," kata Imam.
Menurutnya, Putri masih kerap kesulitan menghadapi perubahan pola dan tempo permainan lawan yang memiliki level tinggi dan kaya akan variasi permainan. Yakni tempo yang kadang cepat dan kadang lambat.
Baca Juga: China Masters: Fajar/Fikri ke Semifinal, Putri Kusuma Wardani Terhenti di Tangan Yamaguchi
"Putri masih kurang siap mengantisipasi hal itu. Sekarang kami fokus melatih kemampuan dia untuk bisa mengatur tempo juga," jelasnya.
Untuk selanjutnya, Imam menargetkan Putri bisa melangkah minimal hingga babak semifinal. Ia menyebut kemungkinan Putri akan kembali berhadapan dengan Akane Yamaguchi bila melihat undian di Korea Terbuka.
"Saya ingin dia bisa memberikan perlawanan lebih baik. Syukur-syukur bisa menembus babak berikutnya," harap Imam.
Di sektor ganda putri, pasangan utama Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan kembali menguji konsistensi setelah hasil fluktuatif di dua turnamen sebelumnya.
Sementara dari ganda campuran, tiga pasangan muda, yakni Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, siap bersaing melawan dominasi pasangan-pasangan dunia.
Indonesia rencananya bakal menurunkan 13 wakil di Korea Terbuka 2025. Tunggal putra menjadi sektor yang paling banyak mengirimkan perwakilan.
Diikuti tiga pasangan ganda putra dan tiga pasangan ganda campuran, serta masing-masing satu wakil dari tunggal putri dan ganda putri.
Daftar 13 Pebulutangkis Indonesia di Korea Terbuka 2025
Tunggal Putra
1. Jonatan Christie
2. Alwi Farhan
3. Anthony Sinisuka Ginting
4. Moh Zaki Ubaidillah
5. Chico Aura Dwi Wardoyo
Tunggal Putri
1. Putri Kusuma Wardani
Ganda Putra
1. Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
2. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
3. Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan
Ganda Putri
1. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti
Ganda Campuran
1. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
2. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
3. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









