All England: Terjebak di Dubai Akibat Perang, Pusarla V Sindhu Terpaksa Absen di Birmingham

AKURAT.CO, Kabar mengejutkan datang dari panggung All England 2026. Bintang tunggal putri India, Pusarla V Sindhu, dipastikan batal mengayun raket di turnamen bulutangkis tertua di dunia tersebut.
Bukan karena cedera, peraih dua medali Olimpiade ini terpaksa mundur lantaran terjebak di Dubai, Uni Emirat Arabb, menyusul penutupan wilayah udara akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Situasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah sejak akhir pekan kemarin membuat jalur penerbangan lumpuh total.
Hal ini membuat Pusarla V Sindhu gagal mencapai Birmingham, Inggris, tepat waktu untuk melakoni laga di level Super 1000 tersebut.
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) secara resmi mengonfirmasi absennya Sindhu.
Tak hanya sang bintang India, pasangan ganda campuran unggulan ketiga asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, juga dilaporkan mengalami nasib serupa.
"Mantan juara dunia Pusarla V Sindhu mengundurkan diri dari turnamen paling bergengsi di World Tour karena konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah," bunyi pernyataan resmi BWF.
"Ia masih terjebak di Dubai dan tidak dapat mencapai turnamen tepat waktu."
Aksi serangan balasan dari Teheran membuat bandara-bandara di wilayah Teluk menghentikan operasional demi alasan keamanan.
Dampaknya, persiapan sejumlah pemain dunia menuju Inggris pun berantakan.
Di balik keputusan mundur tersebut, terselip cerita menegangkan. Sindhu bersama timnya, termasuk pelatih asal Indonesia, Irwansyah Adi Pratama, sempat merasakan getaran ledakan di dekat lokasi mereka menginap di Dubai.
Ketegangan yang meningkat membuat tim harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Mantan pelatih India, Vimal Kumar, menyebut Sindhu sangat terpukul dengan kondisi ini.
Sindhu bahkan sempat terpikir untuk menempuh jalur darat menuju Oman demi mencari celah penerbangan. Namun rencana itu dibatalkan karena terlalu berisiko.
"Dia sudah menerima kenyataan bahwa dia tidak akan bisa tampil. Saya katakan padanya bahwa masih ada hal-hal baik menunggu, ia harus fokus memenangi Super 1000 tahun ini atau membidik medali Kejuaraan Dunia di kandang," kata Vimal mengutip Trust of India.
Berbeda dengan Sindhu, sejumlah pemain India lainnya dilaporkan berhasil mendarat di Birmingham.
Namun, mereka harus menempuh rute alternatif yang jauh lebih panjang yang dikhawatirkan bakal menggerus kondisi fisik para atlet.
Andalan tunggal putra India, Lakshya Sen, dilaporkan tiba tanpa kendala berarti dan siap menantang unggulan pertama asal China, Shi Yuqi.
Sementara itu, Ayush Shetty juga sudah berada di lokasi dan dijadwalkan akan berhadapan dengan wakil muda Indonesia, Alwi Farhan, pada babak pembuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









