Akurat
Pemprov Sumsel

Swiss Terbuka: Putri Kusuma Wardani Lolos Perempat Final, Ana/Trias Takluk di Tangan Duet China

Dian Eko Prasetio | 12 Maret 2026, 22:20 WIB
Swiss Terbuka: Putri Kusuma Wardani Lolos Perempat Final, Ana/Trias Takluk di Tangan Duet China
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, saat tampil menghadapi wakil Malaysia, Wong Ling Ching, di babak 16 besar Swiss Terbuka 2026 di Basel, Swiss, Kamis (12/3/2026). PBSI

AKURAT.CO, Langkah impresif terus ditunjukkan pebulutangkis tunggal putri andalan Indonesia, Putri Kusuma Wardani, di ajang Swiss Terbuka 2026.

Bertanding di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (12/3) waktu setempat, Putri Kusuma Wardani sukses mengamankan tiket perempat final Swiss Terbuka.

Putri Kusuma Wardani yang datang sebagai unggulan pertama Swiss Terbuka dipaksa bekerja keras saat meladeni wakil Malaysia, Wong Ling Ching.

Meski menang dua gim langsung 21-17 dan 21-15, Putri mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan gaya main lawan di awal laga.

"Gim pertama sempat tertinggal lumayan jauh karena ini pertemuan pertama. Dia punya bola atas yang cukup menyulitkan, jadi tadi agak sedikit kaget. Beda rasanya kalau sudah di dalam lapangan," kata Putri usai laga.

Kunci kebangkitan Putri terletak pada kesabaran dalam meladeni reli panjang. Strategi ini terbukti ampuh membuat lawan frustrasi dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Di gim kedua saya tidak banyak variasi yang aneh-aneh, lebih main safe saja karena lawan juga mati sendiri kalau diajak main reli," tambahnya.

Menatap babak delapan besar, Putri menegaskan pentingnya menjaga konsistensi sejak awal laga.

Sayangnya, hasil positif tersebut gagal diikuti ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, yang harus mengakui ketangguhan unggulan milik China.

Perjuangan militan yang ditunjukkan pasangan yang karib disapa Ana/Trias itu masih belum mampu meredam perlawanan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian dan harus menyerah dengan skor 13-21 dan 19-21.

Meski kalah, Ana/Trias memberikan perlawanan sengit, terutama di gim kedua. Mereka sempat mengubah pola permainan menjadi lebih agresif untuk menekan lawan. Namun, fokus di poin-poin kritis menjadi pembeda hasil akhir.

"Di gim kedua kami lebih menyiapkan bola no lob karena kondisi menang angin, bagaimana caranya kami cari bola untuk menyerang. Yang terpenting kami sudah berani dan polanya sudah berjalan, meski masih ada kesalahan pengembalian," kata Ana.

"Tadi kami kurang fokus sedikit lagi di gim kedua dan juga kurang tahan," kata Trias menambahkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.