Akurat Logo

Prancis Terbuka: Sektor Ganda Putri Kirim Dua Wakil ke 16 Besar, Tiwi/Fadia Menangi Perang Saudara

Dian Eko Prasetio | 20 Oktober 2026, 21:07 WIB
Prancis Terbuka: Sektor Ganda Putri Kirim Dua Wakil ke 16 Besar, Tiwi/Fadia Menangi Perang Saudara
Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti aka Tiwi/Fadia, waktu beraksi di laga pertama Prancis Terbuka 2026 di Paris, Prancis, Selasa (20/10/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Hasil manis diraih sektor ganda putri Indonesia pada babak pertama (32 besar) turnamen BWF World Tour Super 750 Prancis Terbuka 2026. Dua wakil Merah Putih sukses mengamankan tiket menuju babak 16 besar.

Berlaga di Arena Grand Paris, Prancis, Selasa (20/10/2026), kelolosan wakil ganda putri Indonesia di putaran awal Prancis Terbuka diawali oleh pasangan unggulan kelima, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, sebelum disusul oleh duet Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Rachel/Febi harus memeras keringat lebih banyak usai dipaksa bermain rubber game saat menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor akhir 18-21, 21-11, dan 21-16 di laga pembuka Prancis Terbuka kali ini.

Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Febi Setianingrum/Rachel Allesya Rose, saat beraksi di babak 32 besar Prancis Terbuka 2026 di Paris, Prancis, Selasa (20/10/2026). PBSI.

Rachel mengungkapkan bahwa meski sempat tertekan akibat pola permainan yang terbaca di gim pertama, mereka memilih untuk tetap tenang dan fokus mengembalikan kendali permainan di dua gim tersisa.

Baca Juga: Prancis Terbuka: Amri/Nita Awali Laga Perdana dengan Kemenangan, Kuncinya Komunikasi

"Di gim pertama secara pola main sudah enak sebenarnya. Tapi di akhir-akhir pukulan kami banyak terbaca dan mereka yang punya tekanan kencang lebih nyaman mengendalikan permainan," kata Rachel.

"Kami di sini mau fokus satu demi satu pertandingan dulu. Setiap babak tidak mudah lawannya, jadi harus jaga kondisi dan fokusnya."

Senada dengan sang rekan, Febi menambahkan bahwa adaptasi dengan kondisi lapangan di Arena Grand Paris berjalan cukup lancar lantaran karakter shuttlecock dan tata cahayanya amat bersahabat.

"Masuk gim kedua dan ketiga kami tidak banyak mengubah pola strategi, tapi kami lebih meningkatkan fokus dan bermain lebih tenang. Alhamdulillah bisa berjalan baik," jelas Febi.

"Kondisi di sini berbeda dengan Denmark Open, laju shuttlecock tidak terlalu kencang dan pencahayaannya tidak menyilaukan."

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.