AKURAT.CO, Manajer tim balap MotoGP, Red Bull KTM, Francesco Guidotti, membeberkan kesalahan timnya musim ini setelah awalnya diprediksi bakal menjadi penantang utama Ducati pada awal musim.
KTM tidak mampu memenangi satu balapan pun sepanjang musim ini meski pembalap mereka mampu finish sebagai pembalap non-Ducati teratas di klasemen MotoGP.
Brad Binder finish di peringkat lima dan Pedro Acosta finish di peringkat enam klasemen. Sayangnya KTM belum mampu membekali pembalap mereka dengan motor yang bisa memenangi balapan.
Meski Pedro Acosta mampu tampil cemerlang sejak awal, prediksi bahwa ia akan memenangi balapan tidak pernah menjadi kenyataan.
Posisi terbaiknya hanyalah keluar sebagai runner-up saat tampil di MotoGP Amerika dan MotoGP Indonesia.
Sebaliknya tim rival, Aprilia, memungkinkan Aleix Espargaro dan Maverick Vinales memenangi balapan sprint. Vinales bahkan mampu memenangi Grand Prix Amerika di COTA (Circuit of the Americas).
"Kami memulai dengan sangat baik dengan beberapa podium dari pembalap yang berbeda. Harapannya (memenangi balapan) tinggi," kata Fransesco.Guidotti sebagaimana dikutip laman Crash.
"Kami memulai dengan target besar. Kami cukup bagus hingga pertengahan musim. Sejak pertengahan musim, kami sedikit kesulitan. Para pesaing utama melakukan sedikit peningkatan yang membuat kesenjangan menjadi lebih besar."
Fransesco Guidotti mengakui pihaknya mengalami momen cukup aneh di pertengahan musim ketika mereka kehilangan kesempatan untuk bersaing memperebutkan posisi puncak.
"Apa yang dilakukan para pembalap sudah tepat, mereka tidak pernah menyerah. Para teknisi tidak menyerah. Namun, secara realistis kami tidak dapat bersaing," jelasnya.
Pedro Acosta yang keluar sebagai runner-up di Texas membawa harapan besar bagi KTM. Namun, dia kemudian harus menjalani delapan balapan menyakitkan tanpa sekalipun meraih podium sebelum akhirnya meraih P3 di Aragon.
Para pembalap KTM seperti Jack Miller atau Augusto Fernandez bahkan harus tertinggal dari rekan-rekannya yang lain setelah hanya mampu finish di peringkat 14 dan 20 klasemen akhir.
Pun begitu Guidotti menyebut secara keseluruhan apa yang ditunjukkan KTM di musim ini tidaklah begitu buruk. Bukan seauatu yang diharapkan, namun itulah yang mereka miliki saat ini.
Gagal memberikan hasil terbaik untuk KTM di musim 2024, Guidotti memutuskan mundur dari jabatannya sebagai manajer tim untuk digantikan Aki Ajo yang bakal menjadi bos tim baru untuk musim 2025.
"Harus begitu. Ada banyak perubahan. Biasanya, perubahan memberikan motivasi ekstra. Selama perubahan ini, kamu juga kehilangan pengalaman dan koneksi. Tapi saya yakin Aki akan memimpin tim sebagaimana yang dia bisa," sebut Guidotti.
Selain itu, untuk line-up pembalap, KTM juga terlihat jauh lebih kuat dalam menghadapi musim depan. Acosta akan memperkuat tim pabrikan mendampingi Binder. Sementara Tim Tech3 KTM yang baru akan diisi oleh Enea Bastianini dan Maverick Vinales.