Terpuruk di Buriram, Sinyal Kelam Yamaha Awal Musim MotoGP 2026

AKURAT.CO, Awan gelap tampaknya masih enggan bergeser dari kubu Yamaha.
Alih-alih bangkit, pabrikan asal Jepang ini justru menatap musim MotoGP 2026 dengan lebih kelam dari yang dibayangkan.
Puncaknya, usai hasil jeblok di Grand Prix Thailand, yang berlangsung di Sirkuit Buriram, Buriram, Minggu (1/3) kemarin, manajemen Yamaha mengambil langkah drastis dengan membatalkan seluruh sesi wawancara pembalap dengan media.
Langkah 'bungkam' ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek mesin V4 yang digadang-gadang menjadi juru selamat Yamaha belum memberikan secercah harapan.
Sejak gelar juara dunia terakhir diraih Fabio Quartararo pada 2021, performa motor M1 terus merosot tajam.
Di Sirkuit Buriram, motor M1 terbukti kedodoran di segala lini.
Bukan hanya paling lambat di lintasan lurus (speed trap), motor ini juga kehilangan kelincahan legendarisnya serta kesulitan mendapatkan daya cengkeram roda belakang (rear grip).
Data statistik menunjukkan jurang lebar antara Yamaha dengan para rivalnya.
Pada babak kualifikasi, Fabio Quartararo hanya mampu mengamankan posisi ke-16, terpaut 0,9 detik untuk sekadar lolos dari Q1.
Sedangkan pada sesi balapan, Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-14 dengan selisih waktu mencapai 30,823 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi (Aprilia).
Secara rata-rata kecepatan jika dibandingkan dengan Bezzecchi yang mencatatkan rata-rata waktu lap satu menit 31,390 detik, Yamaha tertinggal lebih dari satu detik per lap di sirkuit yang relatif pendek, saat Quartararo membukukan waktu rata-rata satu menit 32,468 detik.
Selain performa motor, tensi internal juga mulai memanas. Keluhan vokal Quartararo mengenai ketiadaan mesin baru hingga bulan Mei serta arah pengembangan yang tidak jelas mulai memicu friksi.
Bahkan, Alex Rins dikabarkan tidak senang saat salah satu motornya harus diserahkan kepada Quartararo di sela tes.
Bos Yamaha, Paolo Pavesio, yang akhirnya turun tangan menghadapi media menggantikan para pembalapnya, mengakui bahwa mereka sedang menghadapi situasi yang sangat sulit.
"Kami berada di titik di mana kami melihat jarak yang memisahkan kami dengan yang tercepat. Ada gunung tinggi yang harus kami daki. Ini tidak akan terjadi semalam, tidak ada keajaiban," ujar Pavesio dikutip Crash.
Aksi bungkamnya pembalap Yamaha serta digantikan oleh manajemen mengingatkan publik pada memori kelam di GP Austria 2017.
Kala itu, manajemen Yamaha harus meminta maaf secara publik kepada media atas performa buruk motor mereka.
Sementara Valentino Rossi serta Maverick Vinales hanya bisa menunggu di belakang.
Krisis ini juga mulai memakan korban dari sisi talenta. Fabio Quartararo dikabarkan sudah di ambang pintu keluar menuju Honda.
Meski Yamaha berhasil mengamankan jasa Jorge Martin serta Luca Marini untuk masa depan, tantangan teknis yang ada seolah menjadi tembok raksasa.
Melihat kondisi setelah GP Thailand 2026 ini, impian Yamaha untuk kembali ke puncak podium tampaknya masih butuh waktu bertahun-tahun lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





