Yamaha Terpuruk di Awal Musim, Alex Rins Merasa Tak Berguna
AKURAT.CO, Krisis performa yang menghantam pabrikan "garpu tala", Yamaha, pada awal musim MotoGP 2026 tampaknya telah mencapai titik terendah.
Usai melakoni balapan di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, akhir pekan kemarin, nada frustrasi mulai terpancar dari garasi mereka, terutama dari Alex Rins.
Yamaha yang tengah menjalani transisi besar dengan pengembangan mesin V4 anyar, justru tampil memprihatinkan.
Dalam tiga seri pembuka, pabrikan asal Jepang ini baru mampu mengoleksi sembilan poin di klasemen konstruktor.
Situasi kian pelik setelah bintang mereka, Fabio Quartararo, dipastikan hengkang ke Honda musim depan.
Pemandangan menyesakkan terlihat di klasemen akhir GP Amerika Serikat. Empat penunggang Yamaha M1 secara tragis menempati empat posisi terbawah.
Alex Rins menjadi yang paling menderita setelah finis di posisi buncit, terpaut 38,701 detik dari sang pemenang, Marco Bezzecchi (Aprilia).
Alex Rins tak mampu menyembunyikan kekecewaannya melihat armada Yamaha yang seolah tak berdaya di lintasan.
"Melihat keempat (motor) Yamaha berada di belakang bukan hal yang baik. Saya berkata pada diri sendiri, 'wow, kita semua ada di sini?'," kata Rins dikutip Crash.
Mantan pembalap Suzuki itu membeberkan bahwa kendala utama muncul pada fase awal balapan. Respons mesin V4 M1 miliknya dianggap tidak konsisten, terutama saat keluar dari tikungan lambat yang membutuhkan akselerasi instan.
"Hingga lap kedelapan, motor tidak merespons ketika saya membuka gas saat keluar dari Tikungan 1 dan 11. Di beberapa lap motor terasa baik, tetapi di lap lain saya merasakan masalah ini," jelasnya.
Masalah ini bahkan sudah menghantuinya sejak sesi pra-kualifikasi. Rins mengaku sangat kesulitan mengendalikan motor hingga merasa kehilangan identitasnya sebagai pembalap profesional di atas lintasan.
"Saya tidak bisa berbelok, mengubah arah, atau melakukan apa pun, dan saya merasa tidak berguna di atas motor. Saya sempat bertanya pada diri sendiri, 'Apa yang saya lakukan di sini? Apa yang sedang kita lakukan?'," jelas Rins.
Kondisi memprihatinkan ini sejalan dengan pernyataan Fabio Quartararo yang menyebut Yamaha belum menemukan solusi konkret atas berbagai masalah pada paket motor V4 teranyar mereka.
Bos Yamaha, Paolo Pavesio, sebelumnya juga telah mengakui bahwa timnya sedang menghadapi tantangan raksasa.
Ia menganalogikan perjuangan Yamaha musim ini seperti memiliki "gunung yang harus didaki" untuk bisa kembali bersaing di barisan depan.
Dengan hasil minor di Texas, Yamaha kini harus bekerja ekstra keras sebelum balapan berlanjut ke seri Eropa di Jerez akhir April mendatang.
Tanpa perubahan radikal, pabrikan yang pernah mendominasi MotoGP ini terancam hanya akan menjadi pelengkap di barisan belakang sepanjang musim 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





