Julian Nagelsmann Kecam Survei "Rasis" Media Jerman Soal Warna Kulit Pemain di Timnya

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Jerman, Julian Nagelsmann, mengaku terkejut dengan sebuah jajak pendapat (survei) tentang warna kulit pemain yang dilakukan sebuah media penyiaran milik negaranya.
Julian Nagelsmann tak habis pikir bahwa media milik negara Jerman bernama ARD itu melakukan survei yang menanyakan apakah responden punya kecenderungan lebih suka pemain berkulit putih di tim nasional.
Survei tersebut dilakukan secara acak dengan 1.304 responden di mana sebanyak 21 persen menjawab lebih suka pemain berkulit putih di Timnas Jerman. Julian Nagelsmann menyebut survei tersebut “rasis”.
Baca Juga: Piala Eropa Grup A: Target Juara Jerman Diawali dengan Melawan Skotlandia, Swiss, dan Hungaria
“Saya terkejut pertanyaan seperti itu ditanyakan dan orang-orang benar-benar menjawab,” ucap Nagelsmann sebagaimana dipetik dari The Guardian. “Itu rasis. Saya merasa bahwa kita perlu bangkit bertindak.”
Nagelsmann sendiri saat ini sedang memimpin pemusatan latihan Timnas Jerman di Jena, Jerman, sebagai persiapan Piala Eropa 2024. Jerman akan bertindak sebagai tuan rumah dan tergabung dui Grup A bersama Skotlandia, Hungaria, dan Swiss.
Di skuad Timnas Jerman untuk Piala Eropa saat ini setidaknya ada lima pemain non-kulit putih yang tampaknya bakal menjadi pemain utama. Mereka adalah Antonio Ruediger, Leroy Sane, Jamal Musiala, Jonathan Tah, dan Benjamin Henrichs.
Ditambah dengan pemain kulit putih namun keturunan imigran seperti Ilkay Guendogan dan Aleksandr Pavlovic.
Baca Juga: Cegah Rasisme, Fans Inggris Diminta untuk Gunakan 'Akal Sehat' dalam Berperilaku di Euro 2024 Jerman
Nagelsmann mengkritik survei yang dilakukan ARD dengan membandingkan kebiasaan orang Jerman yang senang berlibur ke belahan dunia lain untuk merasakan perbedaan budaya.
“Saya selalu merasa aneh bahwa kita semua pergi berlibur untuk mengetahui budaya-budaya lain dan kemudian budaya lain datang ke sini dan kita mengeluhkannya. Itu aneh,” kata Nagelsmann.
“Kalau begitu, saya tidak boleh pergi berlibur. Saya selalu harus tinggal di sini.”
Jumlah pemain non-kulit putih dan keturunan imigran di Timnas Jerman memang semakin meningkat di tahun-tahun terakhir. Setidaknya jika dibandingkan dengan skuad Jerman juara Piala Dunia 2014.
Jerman juga bermasalah dengan pemain imigran seperti Mesut Oezil yang sukses mempersembahkan Piala Dunia 2014 namun dihujat di tahun-tahun berikutnya ketiga gagal di turnamen internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





