Ucapannya Disalahartikan, Carlo Ancelotti Bantah Real Madrid Tolak Ikut Piala Dunia Antar Klub
AKURAT.CO, Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mengklarifikasi pernyataannya soal penolakan klubnya berpartisipasi di Piala Dunia Antar Klub 2025. Ancelotti mengatakan bahwa pernyataannya disalahartikan.
Pada Senin (9/6), Carlo Ancelotti bicara kepada media Italia, Il Giornale, bahwa Real Madrid tak akan bermain di Piala Dunia Antar Klub karena alasan bayaran yang tak sepadan.
"FIFA lupa, pemain dan klub saya tidak akan berpartisipasi di turnamen itu. Satu pertandingan Real Madrid setara 20 juta (Euro) dan FIFA ingin memberikan jumlah itu untuk keseluruhan turnamen," kata Carlo Ancelotti kepada Il Giornale. "Negatif."
Baca Juga: Serikat Pesepakbola Ancam Lakukan Aksi jika FIFA Paksakan Piala Dunia Antar Klub 32 Tim
Sehari kemudian, Ancelotti menyampaikan bantahan terhadap penafsiran atas pernyataannya di Il Giornale. Pelatih berusia 65 tahun tersebut menegaskan bahwa Real Madrid berhasrat tampil di Piala Dunia Antar Klub.
"Dalam wawancara saya dengan Il Giornale, ucapan saya soal Piala Dunia Antar Klub tidak ditafsirkan dengan cara yang saya niatkan," tulis Ancelotti.
"Lebih penting lagi, saya tertarik mendapatkan peluang bermain di sebuah turnamen yang saya anggap bisa menjadi sebuah kesempatan untuk mengejar gelar besar bersama Real Madrid."
Pernyataan Ancelotti muncul di tengah perdebatan soal Piala Dunia Antar Klub 2025 dengan format baru. FIFA menggelar turnamen tersebut dengan melibatkan 32 klub.
Baca Juga: Piala Dunia Antar Klub 32 Peserta Bahayakan Pemain, FIFA Terancam Digugat secara Hukum
Real Madrid sendiri termasuk dalam 12 klub perwakilan Eropa untuk kejuaraan tersebut. Adapun Piala Dunia Antar Klub 2025 akan diselenggarakan di Amerika Serikat pada 15 Juni-13 Juli 2025.
Polemik paling mencolok dalam penyelenggaraan Piala Dunia Antar Klub adalah turnamen ini memperpadat jadwal sehingga membuat pemain mengalami kelebihan beban kerja.
Serikat Pesepakbola Internasional (FIFPro) dan Asosiasi Liga-Liga Dunia (WSL) meminta FIFA melakukan penjadwalan ulang. Dua lembaga itu bahkan mengancam akan melakukan gugatan hukum terhadap FIFA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







