Gelaran MilkLife Soccer Challenge Berhasil Pantik Kecintaan Masyarakat Terhadap Sepakbola Putri

AKURAT.CO - Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyebut penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge yang sudah berjalan 14 kali di delapan kota sepanjang 2024 berhasil memantik kecintaan masyarakat terhadap cabang olahraga sepakbola putri.
Hal ini terlihat dari meroketnya jumlah peserta di setiap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Salah satunya di seri kedua Yogyakarta yang diikuti oleh 1.203 siswi MI dan SD pada 23-27 Oktober di Stadion Tridadi Sleman.
Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibanding seri pertama, Juli lalu. Dengan semakin banyak peserta yang mengikuti turnamen ini, talenta-talenta potensial di Yogyakarta mulai bermunculan.
"Semangat yang ditunjukkan putri-putri Yogyakarta pada gelaran kali ini membuat kami semakin optimistis sepakbola putri akan memiliki masa depan cerah," kata Yoppy, Minggu (27/10).
"Adanya lonjakan secara kuantitas dan kualitas dari para peserta adalah jawaban positif dari upaya kami memassalkan sepakbola putri dari level akar rumput yang sudah dimulai sejak tahun lalu."
Tingginya partisipasi siswi pada seri kedua di Yogyakarta ini diharapkan dapat menjaga momentum positif perkembangan sepakbola putri di Bumi Mataram.
Pasalnya, di level dewasa, Skuad Putri DIY sukses mencatatkan rekor dengan lolos babak kualifikasi dan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk pertama kalinya.
"Tim senior sepakbola putri Yogyakarta berhasil memberikan inspirasi setelah sukses membuat sejarah baru di PON yang diadakan di Aceh-Sumut tahun ini," kata Yoppy.
"Semoga hal ini dapat menjadi momentum agar lebih bersemangat membangun ekosistem sepakbola putri, sehingga dapat melahirkan pesepakbola putri profesional yang akan mengharumkan Indonesia di kejuaraan Internasional."
Di kategori KU12, MIS Al Islamiyah Grojogan tampil sebagai juara usai meraih kemenangan dramatis adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal atas pemenang seri pertama SDN 2 Wonoharjo.
Sementara pada KU10, SD Muhammadiyah Sapen membuat kejutan usai keluar sebagai juara dengan menyingkirkan perlawanan SD Muhammadiyah Sokonandi 2 dengan skor akhir 2-0.
Sari Rahmawati dan Shima Putri Larasati adalah dua dari beberapa nama yang sudah dikantongi tim talent scouting untuk bertanding di laga 'Perang Bintang' lantaran memiliki bakat di atas rata-rata selama Seri 2 Yogyakarta.
Penilaian tim talent scouting yang dipimpin oleh pelatih kepala Timo Scheunemann, berfokus pada penguasaan teknik dasar bermain bola, atletisme, postur, agility, kepercayaan diri, kerja sama tim, konsistensi, dan pantang menyerah.
Selain memantau bakat peserta, tim talent scouting juga akan mengumpulkan para pemain bertalenta untuk mengikuti MilkLife Extra Training. Adapun di Yogyakarta terdapat 28 peserta yang akan menjalani MilkLife Extra Training yang berasal dari Seri 1 dan Seri 2.
"Pada Seri 2 ini jumlah siswi yang berkualitas melonjak, karena partisipasinya juga lebih masif. Terbukti, kami bisa menemukan pemain-pemain yang sangat spesial," kata Coach Timo.
Usai menjalani MilkLife Extra Training, akan dibentuk tim terbaik yang bakalan berlaga di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU 12 di Supersoccer Arena Kudus pada awal tahun 2025 mendatang.
Mereka akan bertemu dengan tim-tim lain yang berasal dari kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge seperti Kudus, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Solo, dan Surabaya.
"Dengan lahirnya banyak bintang-bintang baru pada seri 2 di Yogyakarta ini, saya optimistis persaingan dari delapan kota di Turnamen All Stars Kudus nanti tentu akan semakin menarik," tutur Timo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









