Gianni Infantino Telat Datang, Sejumlah Delegasi Walk-Out dari Kongres Tahunan FIFA

AKURAT.CO, Sejumlah delegasi melakukan aksi walk-out ketika Presiden FIFA, Gianni Infantino, hadir dalam kongres tahunan federasi sepakbola dunia tersebut di Paraguay, Kamis (15/5).
The Guardian menulis bahwa tindakan ini merupakan bentuk protes terhadap terlambatnya Gianni Infantino menghadiri Kongres Tahunan FIFA kali ini. Infantino terlambat beberapa jam dari jadwal yang dimulai pukul 10.30 waktu setempat.
Bukan sekadar karena terlambat, aksi walk-out ini justru diarahkan terhadap keterlibatan Gianni Infantino yang turut bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melakukan tur ke Arab Saudi dan Qatar pada pekan ini.
Baca Juga: PSSI dan FIFA Resmikan FIFA Arena di Ciputat, Disertai Ucapan Selamat Gianni Infantino
Delapan anggota dari Eropa termasuk dalam rombongan delegasi yang memutuskan walk-out. Termasuk Presiden UEFA, Aleksandr Ceferin, dan pimpinan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA), Debbie Hewitt.
“Sebanyak 210 anggota asosiasi telah melakukan perjalanan dari seluruh dunia untuk berpartisipasi di Kongres ini di Paraguay, mengharapkan kepemimpinan profesional dan dialog di level tertinggi,” kata Debbie Hewitt.
“Saya mengerti rasa frustrasi dan kekecewaan anggota FIFA dari Eropa, dan kami minta maaf terhadap tuan rumah yang luar biasa di Paraguay.
“Kita kami mengharapkan FIFA menjelaskan situasi ini kepada para anggotanya dan memastikan bahwa suara anggota asosiasi didengar dihormati ke depannya.”
Baca Juga: Kunjungi Kantor FIFA di Paris, Prabowo Dijamu Hangat Gianni Infantino
Infantino sendiri meminta maaf atas keterlambatannya. Pria asal Swiss berusia 55 tahun tersebut menyebut penerbangannya bermasalah dan mengatakan bahwa kehadirannya penting untuk sepakbola dalam pertemuan “politik” di Timur Tengah itu.
“Sebagai Presiden FIFA adalah tanggung jawab saya untuk mengambil keputusan demi kepentingan organisasi,” kata Infantino. “Saya merasa saya perlu ada di sana untuk mewakili sepakbola dan Anda semua.”
Pada saat yang sama, UEFA menganggap keterlibatan Infantino dalam kunjungan Trump tersebut mengandungan kepentingan politik pribadi sang presiden.
UEFA juga merasa tidak puas dengan kepemimpinan Infantino dikarenakan mereka tidak punya pengaruh yang cukup di FIFA. UEFA menganggap Infantino cenderung berpihak ke negara-negara Timur Tengah.
Adapun Amerika Serikat dan Donald Trump akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada. Delapan tahun setelahnya Piala Dunia akan digelar di Arab Saudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







