Akurat
Pemprov Sumsel

MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 Catat Lonjakan Peserta, Ekosistem Panahan Makin Kuat

Leo Farhan | 16 November 2025, 19:30 WIB
MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 Catat Lonjakan Peserta, Ekosistem Panahan Makin Kuat
 
AKURAT.CO Setelah sukses pada seri perdana Mei lalu, MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 resmi bergulir di SuperSoccer Arena, Kudus, pada 12–15 November.
 
Kali ini, sebanyak 863 atlet muda dari berbagai jenjang MI, SD, MTs, dan SMP di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY, ikut ambil bagian.
 
Dukungan Perpani Kudus menjadikan turnamen ini semakin kompetitif, terlebih dengan hadirnya kategori baru Nasional (standar bow) KU-15 putra dan putri. Empat kategori lain, Nasional KU-12, Nasional KU-10, PVC KU-12, dan PVC KU-10, tetap digelar untuk putra maupun putri.
 
 
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi penyelenggaraan seri kedua ini yang dinilainya tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran dan penguatan karakter atlet muda.
 
"Pemerintah Kabupaten Kudus akan selalu mendukung proses pembinaan agar mereka menjadi atlet dengan kemampuan yang dapat dibanggakan dan bersaing di ajang nasional maupun internasional," kata Sam'ani di Kudus, Sabtu (15/11/2025).
 
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mencatat peningkatan jumlah peserta lebih dari 50 persen dibanding seri pertama yang diikuti 428 atlet. Lonjakan ini disebutnya sebagai indikator kuat bahwa minat terhadap panahan usia dini terus tumbuh.
 
Menurut Yoppy, keberlanjutan MilkLife Archery Challenge menjadi komitmen nyata memperkuat ekosistem panahan, mulai dari pembinaan akar rumput, peningkatan kualitas kompetisi, hingga membuka ruang tumbuh bagi talenta potensial. "Selain kuantitas, kami ingin menjaga kualitasnya juga. Kami ingin menjadikan ajang ini bukan hanya sebagai panggung kompetisi, tetapi sebagai wadah penting dari proses panjang regenerasi atlet panahan nasional," kata Yoppy.
 
Konsep turnamen yang inklusif juga dinilai dapat memberi kesempatan luas bagi atlet dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi.
 
Dengan sistem terbuka dan pembinaan konsisten, dia berharap panahan semakin digemari generasi muda.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, turut hadir memberi dukungan. Dia bahkan menyebut MilkLife Archery Challenge sebagai barometer penting pertumbuhan panahan nasional.
 
Selain jumlah peserta yang terus meningkat lintas daerah, kualitas teknis atlet muda juga dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dari tahun ke tahun.
 
"Kualitas para atlet muda juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan, dapat dilihat dari adanya lonjakan skor dan kemampuan teknis dari tahun ke tahun," kata Abdul Razak.
 
 
Tak hanya sektor perorangan, MilkLife Archery Challenge Seri 2 2025 juga mempertandingkan format beregu yang membela nama sekolah, di mana SMP Khusus Olahraga (SKO) Surakarta berhasil mendominasi podium juara beregu pada divisi Nasional KU 15 Putra serta KU 15 Putri.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
R