Akurat
Pemprov Sumsel

Iran Mundur dari Piala Dunia karena Pemain Tak Aman dan Kondisi Dasar Tak Memungkinkan

Zainal Hasan | 11 Maret 2026, 23:18 WIB
Iran Mundur dari Piala Dunia karena Pemain Tak Aman dan Kondisi Dasar Tak Memungkinkan
Tim Nasional Iran dalam salah satu pertandingan. X/FutbolPolitica

AKURAT.CO, Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan bahwa tim nasional sepakbola mereka tidak akan ambil bagian dalam Piala Dunia FIFA 2026.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya kepada televisi Pemerintah Iran pada Rabu (11/3) waktu setempat, Donyamali menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap serangan udara yang disebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dua pekan lalu.

Serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel itu memicu eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Situasi keamanan yang tidak stabil membuat pemerintah Iran memutuskan menarik diri dari turnamen sepakbola terbesar di dunia tersebut.

“Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Donyamali dalam wawancara yang disiarkan televisi nasional, Rabu (11/3).

Ia menambahkan bahwa keselamatan para atlet menjadi pertimbangan utama di balik keputusan tersebut.

Menurutnya, kondisi keamanan saat ini tidak memungkinkan tim nasional Iran untuk melakukan perjalanan dan berkompetisi secara normal.

“Anak-anak kami tidak aman, dan secara fundamental kondisi untuk berpartisipasi tidak ada,” kata Donyamali.

Lebih lanjut, ia menuding tindakan militer Amerika Serikat telah memperburuk situasi keamanan di negaranya.

Menurut Donyamali, konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir telah menelan banyak korban jiwa di Iran.

“Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksa dua perang terhadap kami dalam delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran semacam itu,” ujarnya seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan keras dari pemerintah Iran itu muncul tidak lama setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan bahwa tim Iran tetap dipersilakan berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

Melalui unggahan di media sosial Instagram, Infantino menyebut bahwa ia sempat berdiskusi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kesiapan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Amerika Serikat disebut tidak melarang kehadiran Iran.

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Meski demikian, sikap pemerintah Amerika Serikat dinilai tidak konsisten. Sebelumnya, Trump sempat menyatakan tidak terlalu mempedulikan apakah Iran akan tampil atau tidak dalam turnamen tersebut.

Di sisi lain, Pemerintah Iran menilai situasi politik dan keamanan saat ini telah menutup ruang diplomasi melalui jalur olahraga.

Karena itu, mereka memilih menarik tim nasional dari kompetisi tersebut hingga kondisi dianggap lebih stabil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.