Kejanggalan Kasus Santri Tewas Dianiaya Senior di Ponpes Al Hanifiyyah Kediri, Ibunda Ungkap Kondisi Jasad Penuh Luka

AKURAT.CO Kasus santri tewas dianiaya senior di Pondok Pensantren (Ponpes) Kediri, Al Hanifiyyah, masih menjadi perbincangan warganet karena sang ibu sempat mengungkap kejanggalan kondisi jasad anaknya dalam kondisi tidak baik.
Santri bernama Bintang Balqis Maulana merupakan korban yang tewas dianiaya senior di Ponpes Al Hanifiyyah Kediri dan ibunya menemukan beberapa kejanggalan di tubuh korban yang penuh luka.
Melihat kondisi jasad anak yang penuh darah saat dipulangkan, tentu saja membuat keluarga bertanya-tanya dengan kronologi Bintang bisa tewas yang awalnya disebut karena jatuh hingga bisa dianiaya senior Ponpes Al Hanifiyyah Kediri.
Pihak keluarga menemukan kejanggalan tersebut dan menduganya sebagai korban aniaya saat jenazah Bintang tiba di rumah duka pada Sabtu (24/2/2024), sudah terbungkus kain kafan.
Baca Juga: Terungkap Motif Pelaku Aniaya Santri di Kediri hingga Tewas, 4 Tersangka Sudah Diamankan Polisi!
Mengutip berbagai sumber, Rabu (28/2/2024), berikut ini sejumlah kejanggalan kasus tewasnya santri dianiaya senior di Ponpes Al Hanifiyyah Kediri.
Kejanggalan Santri Tewas di Ponpes Kediri
1. Jasad berceceran darah
Ketika jasad Bintang dipulangkan ke rumah duka oleh pengurus Ponpes Al Hanifiyyah Kediri, disebut bahwa jasad sudah dibersihkan dan disucikan sehingga pihak keluarga tidak diizinkan untuk melihatnya.
Namun sang ibu merasa janggal, pasalnya jasad yang sudah tebungkus kain kafan tersebut masih mengeluarkan darah hingga tembus dari kain dan menetes.
Saat menemukan ceceran darah dari keranda yang membawa jenazah adiknya, kejanggalan keluarga korban menjadi curiga hingga akhirnya meminta kain kafan dibuka.
2. Pihak Ponpes menyebut korban jatuh dari kamar mandi
Awalnya, perwakilan Ponpes Al Hanifiyyah awalnya menyatakan bahwa korban meninggal karena jatuh di kamar mandi.
Namun kenyataannya saat melihat jasad korban yang meneteskan darah terasa janggal bagi keluarga, sehingga pihak keluarga meminta penjelasan yang sebenarnya terjadi.
3. Luka diseluruh tubuh korban
Sebelumnya, kain kafan sempat tidak boleh dibuka, namun karena merasa janggal, akhirnya sang ibu membuka kain kafan anaknya dan terkejut melihat tubuh almarhum Bintang dalam kondisi tidak baik.
Keluarga korban melihat bagian tubuh jenazah Bintang ditemui dengan luka lebam di sekujur tubuhnya.
Bukan hanya lebam namun pihak keluarga juga menyebut bahwa jasadnya seperti ada bekas jeratan di bagian leher korban.
Kemudian di bagian hidung juga mengalami luka hingga terlihat seperti patah. Melihat hal tersebut, pihak keluarga korban menyebut bahwa almarhum Bintang tidak jatuh di kamar mandi, melainkan penganiayaan.
Bahkan keluarga korban juga menemukan adanya luka bakar seperti bekas disundut rokok di bagian kaki korban yang berjumlah lebih dari satu.
Terakhir, keluarga juga melihat seperti ada lubang di bagian dada jenazah Bintang yang akhirnya pihak keluarga setuju untuk lapor ke Polsek Glenmore agar bisa diusut tuntas.
Itulah beberapa kejanggalan yang ditemukan keluarga korban, sebelum almarhum Bintang Balqis Maulana ditetapkan sebagai korban aniaya senior di Ponpes Al Hanifiyyah Kediri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








