Akurat
Pemprov Sumsel

BNPB Pertimbangkan Relokasi Pengungsian Permanen bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur

Tim Redaksi | 13 November 2024, 00:00 WIB
BNPB Pertimbangkan Relokasi Pengungsian Permanen bagi Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang mempertimbangkan lokasi pengungsian permanen bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur.

Peningkatan aktivitas vulkanik gunung ini memaksa perluasan zona bahaya dari radius 7 kilometer menjadi 9 kilometer di arah barat daya dan barat laut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan, perluasan zona bahaya ini berdampak langsung pada pengungsian di dua titik di Kabupaten Sikka, yang saat ini menampung lebih dari 2.000 warga.

"Dengan adanya perluasan zona bahaya, pengungsian di Sikka terdampak hujan pasir dan abu vulkanik sejak Jumat dan Sabtu lalu. Kami mempertimbangkan untuk memindahkan pengungsi di Sikka ke lokasi baru yang lebih aman di Desa Kanada, Kabupaten Flores Timur," kata Abdul dalam dialog di sebuah televisi swasta, Selasa (12/11/2024).

Baca Juga: Cara Menonaktifkan SMS Banking BRI Lewat Call Center, Kantor Cabang, dan ATM

BNPB telah menyiapkan tenda, dapur umum, dan fasilitas lainnya di lokasi pengungsian baru. Proses pemindahan pengungsi dari Sikka ini akan berlangsung dalam tiga hari ke depan.

"Kondisi letusan masih sangat dinamis. Gunung Lewotobi dapat sewaktu-waktu memuntahkan abu hingga ketinggian 10.000 meter, disertai hujan pasir dan kerikil pijar yang dapat menyebar hingga radius 7 kilometer. Risiko bagi masyarakat yang kembali ke zona bahaya sangat besar, baik bagi generasi saat ini maupun mendatang," tambah Abdul.

Abdul juga menegaskan, relokasi ini tidak akan menghilangkan hak kepemilikan warga atas tanah mereka di area terdampak erupsi.

"Warga tetap memiliki hak atas tanah atau lahan mereka di wilayah terdampak. Lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk berkebun atau usaha lainnya, tetapi tidak untuk tempat tinggal. Kami akan menyediakan tempat tinggal baru yang lebih aman bagi para warga," jelasnya.

Baca Juga: Anggota Bawaslu Imbau Pengawas Pemilu Tingkatkan Kapasitas dan Integritas SDM

Di kesempatan terpisah, Kepala BNPB Suharyanto, dalam konferensi pers setelah rapat dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kantor BNPB, menyampaikan, hingga kini ada 11.553 pengungsi di delapan titik pengungsian—enam titik di Kabupaten Flores Timur dan dua titik di Kabupaten Sikka, yang akan direlokasi ke wilayah Flores Timur.

Wapres Gibran juga memberikan arahan agar penanganan pengungsi lebih terorganisir, khususnya bagi kelompok rentan.

"Wapres meminta agar pengungsian dibedakan berdasarkan kelompok, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, supaya pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar dapat dilakukan dengan baik dan tepat sasaran," ujar Suharyanto.

Dengan kondisi letusan yang masih fluktuatif, BNPB terus memantau perkembangan dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar.

Pemerintah juga terus mengedukasi warga mengenai bahaya erupsi dan pentingnya mematuhi aturan zona bahaya demi keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Baca Juga: 1.836 Remaja Jakarta Terlibat Judi Online, Nilai Transaksi Rp2,29 Miliar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.