Pansus Lapor Pramono, Anggaran Proyek Jaringan Utilitas Jakarta Tembus Rp500 Triliun

AKURAT.CO Panitia Khusus (Pansus) Raperda Jaringan Utilitas dan Pansus Barang Milik Daerah (BMD) DPRD Provinsi Jakarta menemui Gubernur Pramono Anung, di Balai Kota, Kamis (3/7/2025).
Pertemuan ini membahas isu-isu krusial, termasuk lonjakan estimasi anggaran penataan jaringan utilitas di Jakarta, yang disebut mencapai angka fantastis Rp500 triliun.
"Walaupun ada peningkatan biaya hingga Rp500 triliun, kita sepakat untuk mulai dari wilayah-wilayah tertentu yang bisa dijadikan contoh," ujar Wakil Ketua Pansus Raperda Jaringan Utilitas, Husen usai pertemuan, dikutip Jumat (4/7/2025).
Meski angka anggaran terbilang besar, pembahasan dengan Gubernur berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Dia menilai, penataan utilitas memang proyek jangka panjang yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Baca Juga: Draf Perda Jaringan Utilitas Diubah Sepihak, Pansus DPRD Jakarta Meradang: Ini Bukan Prosedur Main-main
"Sebenarnya semuanya hampir sama, tidak ada kendala yang begitu berarti. Hanya saja mungkin butuh waktu yang lama (menyelesaikan utilitas)," jelasnya.
Dia menyatakan, tidak ada pesan khusus yang disampaikan Gubernur Pramono kepada tim Pansus. Namun demikian, komitmen Pemprov Jakarta untuk memperbaiki jaringan utilitas tetap menjadi prioritas.
Saat ini, Pansus tengah memfokuskan diri pada tahapan pendataan terhadap pemenuhan kewajiban para pengembang terhadap pemerintah daerah, yang dianggap krusial dalam menyusun peta jalan penataan utilitas ke depan.
Dengan anggaran jumbo dan tantangan teknis di lapangan, penataan utilitas Jakarta menjadi salah satu pekerjaan rumah paling ambisius yang menanti eksekusi nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









