Pemprov Jakarta Perlu Bangun Sistem Pengawasan Penggunaan Dana Bansos Agar Tak Dipakai Judi Online

AKURAT.CO Wakil Ketua DPRD Jakarta, Rany Mauliani, menyoroti maraknya penyalahgunaan dana bantuan sosial (Bansos) untuk aktivitas judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol).
Dia menilai, fenomena ini bukan lagi persoalan kecil, melainkan sudah menjadi masalah nasional yang merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.
"Judol dan Pinjol ini sudah jadi masalah se-Indonesia. Kita enggak bisa anggap enteng," kata Rany di Gedung DPRD Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Baca Juga: Komisi I DPR: Judi Online Ancaman Serius bagi Keamanan Siber dan Data Pribadi Warga
Menurutnya, dampak praktik tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga merusak keharmonisan rumah tangga, memutus pertemanan, bahkan memicu kematian akibat tekanan finansial. Karena itu, dia menegaskan pentingnya langkah antisipasi yang konkret dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
Ke depan, Pemprov perlu membangun sistem pengawasan yang mampu mendeteksi penggunaan dana bantuan secara real time. Sehingga, dana yang seharusnya menyejahterakan warga tidak disalahgunakan untuk perilaku konsumtif dan merusak.
"Perlu ada formulasi agar Bansos bisa dimanfaatkan sesuai tujuan. Bila terbukti digunakan untuk judi online, akun penerimanya harus bisa diblokir. Mudah-mudahan ada mekanisme tracking," tuturnya.
Baca Juga: Rano Karno Prihatin Uang Bansos Warga Jakarta Masuk Judi Online: Ini Menyedihkan
Rany menambahkan, DPRD Jakarta siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memperkuat sistem digitalisasi penyaluran bantuan sosial. Tujuannya, agar Bansos lebih transparan dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan sebanyak 602.419 warga Jakarta terlibat dalam aktivitas judi online sepanjang 2024. Dari jumlah itu, 15 ribu di antaranya tercatat sebagai penerima Bansos.
Temuan tersebut menambah kekhawatiran DPRD Jakarta akan lemahnya pengawasan penggunaan dana bantuan yang bersumber dari APBD. Rany menegaskan, Pemprov harus bertindak tegas agar uang rakyat tidak berubah menjadi sumber petaka bagi penerimanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








