Akurat
Pemprov Sumsel

BMKG Intensifkan Modifikasi Cuaca di Aceh–Sumut–Sumbar untuk Tekan Risiko Bencana Susulan

Paskalis Rubedanto | 2 Desember 2025, 21:47 WIB
BMKG Intensifkan Modifikasi Cuaca di Aceh–Sumut–Sumbar untuk Tekan Risiko Bencana Susulan

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (TMC) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna menekan risiko banjir dan longsor susulan serta memastikan penanganan darurat tidak terganggu cuaca ekstrem.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan, pola hujan di ketiga wilayah tersebut masih berada pada fase aktif.

“Di Aceh, Sumut, dan Sumbar sampai Desember hujan biasanya terjadi dari tengah hari hingga malam dengan intensitas ringan hingga sedang,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Selain fokus pada Sumatera, BMKG juga memantau potensi munculnya bibit siklon di selatan Indonesia yang bisa berdampak menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Kita waspadai kemungkinan bibit siklon terbentuk di perairan selatan Indonesia,” kata Faisal.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di lokasi bencana, BMKG menggelar TMC dari tiga bandara: Kualanamu, Sultan Iskandar Muda, dan Padang, dengan mengerahkan empat hingga lima pesawat.

Operasi dilakukan melalui dua teknik utama:

Baca Juga: Penguatan SAR dan Sistem Peringatan Dini Diperlukan untuk Tekan Risiko Bencana

  • Menjatuhkan hujan di wilayah aman menggunakan NaCl (garam).

  • Memecah awan hujan di wilayah rawan menggunakan kapur tohor agar tidak terjadi hujan.

Faisal menjelaskan bahwa pendanaan TMC berasal dari BNPB serta pemerintah daerah atau pihak swasta, tergantung kebutuhan.

“BMKG mengelola operasinya, dan TNI AU membantu pelaksanaannya,” katanya.

Operasi TMC di Aceh, Sumut, dan Sumbar dijadwalkan berlangsung hingga 3 Desember, namun dapat diperpanjang jika kondisi atmosfer belum stabil.

Faisal menambahkan bahwa modifikasi cuaca juga dilakukan di kawasan Gunung Semeru untuk mencegah banjir bandang dan lahar dingin akibat material vulkanik yang masih berada di hulu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.