Jumlah Pemilih Jakarta Naik di Semester II-2025, KPU Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Kawal Data

AKURAT.CO KPU Provinsi Daerah Khusus Jakarta mencatat jumlah pemilih pada Semester II Tahun 2025 meningkat menjadi 8.239.242 orang, jumlah itu naik dibanding Semester I yang berjumlah 8.171.972 pemilih.
Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya warga yang memenuhi syarat memilih. Dari total pemilih, 4.064.047 merupakan laki-laki dan 4.175.195 perempuan.
Selama proses pemutakhiran, KPU Jakarta mencatat 267.817 pemilih baru masuk daftar pemilih, sementara 202.380 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), terutama karena meninggal dunia atau pindah domisili. Selain itu, 186.824 data pemilih diperbaiki, mulai dari alamat, NIK, hingga status kependudukan.
Baca Juga: Dominasi Pemilih Muda dan Ancaman AI Jadi Tantangan Berat di Pemilu 2029
Pada periode yang sama, KPU juga merekam 58.199 pemilih penyandang disabilitas dari berbagai kategori. Data ini akan menjadi dasar untuk memastikan layanan inklusif saat pemungutan suara.
Ketua KPU Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Wahyu Dinata, mengatakan keberhasilan pemutakhiran data merupakan buah kerja bersama.
"Data pemilih yang akurat adalah hasil kolaborasi. KPU tidak mungkin bekerja sendirian. Semua pihak memiliki peran penting dalam memastikan daftar pemilih kita bersih dan mutakhir," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).
Dia menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang membantu proses PDPB, termasuk Bawaslu Provinsi Jakarta yang memberikan masukan pengawasan. "Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan bersinergi sehingga proses pemutakhiran berjalan lebih akuntabel," ujarnya.
Baca Juga: Jumlah Pemilih di Jakarta Terus Turun, KPU DKI: Warga Jangan Lengah Perbarui Data!
Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Jakarta, Fahmi Zikrillah, menekankan pentingnya pemutakhiran data untuk menjaga integritas pemilu. "Pemutakhiran bukan hanya soal angka, tetapi memastikan setiap warga negara yang berhak mendapatkan ruang untuk menggunakan suaranya," ujarnya.
Dia menjelaskan, pihaknya melakukan pencermatan berlapis, sinkronisasi dengan Dukcapil, serta verifikasi data ganda dan data anomali. Fahmi juga mengajak masyarakat aktif memeriksa dan melaporkan jika ada perubahan data kependudukan.
"Semakin banyak masukan dari masyarakat, semakin baik kualitas daftar pemilih kita," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








