Aspirasi Kepala Daerah Jadi Bahan Evaluasi Kebijakan Dana Otsus Papua

AKURAT.CO Gubernur Papua Barat, Daya Elisa Kambu, terlibat sedikit perdebatan dengan Hashim Djojohadikusumo dalam seminar nasional yang digelar di Kota Sorong, Jumat (16/1/2026).
Perdebatan terbuka soal Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang nilainya disebut telah mencapai Rp200 triliun.
Awalnya dibalut pantun dan humor, dialog itu dengan cepat berubah menjadi adu argumen tajam.
Hashim, selaku Utusan Khusus Presiden, menyoroti besarnya dana otsus yang telah digelontorkan pemerintah pusat selama lebih dari dua dekade. Namun dinilai belum memberikan hasil pembangunan yang sebanding bagi masyarakat Papua.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Elisa Kambu. Di hadapan peserta seminar, ia menolak narasi yang dianggap menyudutkan pemerintah daerah Papua secara kolektif.
"Jangan digeneralisasi. Jika aspirasi tidak dipenuhi mengenai penambahan otsus dan lain lain itu, maka kita cari jalan masing masing," kata Elisa.
Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Prabowo-Gibran akan Putihkan Utang Petani dan Nelayan
Ia menekankan bahwa pengelolaan keuangan daerah, termasuk dana otsus, diaudit setiap tahun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku.
Perdebatan berlanjut ketika Hashim kembali menegaskan bahwa angka Rp200 triliun bukan jumlah kecil dan menuntut adanya evaluasi serius serta transparansi yang lebih terbuka.
Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola, bukan serangan personal terhadap kepala daerah.
Elisa pun balik menyoroti tekanan fiskal yang kini dihadapi Papua Barat Daya. Termasuk anjloknya APBD dari Rp1,69 triliun pada 2025 menjadi Rp1,08 triliun pada 2026, serta pemangkasan anggaran infrastruktur yang dinilainya berpotensi menghambat pelayanan publik dan pembangunan dasar.
Meski tensi perdebatan tinggi, keduanya tetap mempertahankan forum dalam koridor formal. Pantun yang saling dilontarkan menjadi simbol adu pesan politik.
Satu pihak menuntut akuntabilitas dana raksasa, sementara pihak lain membela martabat dan kinerja pemerintah daerah Papua.
Baca Juga: Hashim Optimis Prabowo Mampu Hadirkan 30 Juta Rumah untuk Rakyat dalam 10 Tahun
Di akhir forum, Hashim menyatakan akan menyampaikan seluruh aspirasi dan kegelisahan daerah langsung kepada Presiden RI sebagai bahan evaluasi kebijakan lanjutan terkait Papua dan dana otsus.
Perdebatan di Sorong ini kembali membuka luka lama soal efektivitas dana otsus. Sejak digulirkan pada 2002, dana ratusan triliun rupiah tersebut terus menuai kritik, terutama karena dorongan audit menyeluruh dan evaluasi dampak riil bagi masyarakat Papua belum sepenuhnya terjawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







