Pramono Bakal Revitalisasi Total Anjungan Jakarta di TMII, Pakai Dana KLB hingga Rp50 Miliar

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyetujui revitalisasi total anjungan daerah Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebagai bagian dari persiapan menyambut 500 tahun Jakarta.
"Untuk anjungan Jakarta di Taman Mini, dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta, kami menyetujui untuk melakukan revitalisasi," kata Pramono kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Dia memastikan, pembiayaan proyek revitalisasi anjungan daerah Jakarta di TMII tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Di mana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan memakai dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB), untuk membiayai seluruh proses revitalisasi tersebut.
Baca Juga: Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026: Cara Daftar Online dan List Kota Tujuan Lengkap
Pada tahap awal Pemprov Jakarta akan mengalokasikan dana sebesar Rp25 miliar. Untuk tahap selanjutnya, Pemprov kembali menyiapkan anggaran Rp25 miliar dari sumber yang sama.
"Semuanya adalah dana dari KLB sehingga tidak menggunakan APBD," pungkasnya.
Revitalisasi ini diharapkan memperkuat representasi identitas dan sejarah Jakarta di kawasan TMII, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan lima abad kota ini yang sedang merangkak menuju predikat kota global.
Baca Juga: Jam Berapa Buka Puasa Hari Ini di Jakarta? Ini Jadwal 24 Februari 2026 Lengkap
Sebelumnya, dalam rangka menyambut perayaan 500 tahun Jakarta, Pramono lebih dulu melakukan revitalisasi Taman Semanggi, pada Jumat (20/2/2026). Proyek penataan ruang terbuka hijau (RTH) seluas sekitar 6 hektare itu, menelan anggaran Rp134 miliar tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dia mengatakan, pembiayaan revitalisasi Taman Semanggi sepenuhnya bersumber dari kolaborasi dengan pihak swasta melalui skema hak penamaan (Naming Rights). Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menggandeng PT Media Indra Buana.
"Pembangunan ini tidak menggunakan APBD. Kami menggunakan skema pembiayaan kreatif berbasis naming rights sehingga tidak membebani kas daerah," kata Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







