Pramono: Longsor TPST Bantargebang Akibat Curah Hujan Ekstrem

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut insiden longsor di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat disebabkan curah hujan ekstrem.
"Kemarin itu curah hujannya 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta," kata Pramono di Balaikota Kota Jakarta, Senin (9/3/2026).
Dia menjelaskan, curah hujan yang tinggi membuat lokasi longsoran sampah di zona 4A tidak terelakkan. Akibat longsoran gunung sampah ini, membuat operasional dan sungai Ciketing tertutup sampah.
Baca Juga: Menteri LH: Longsor Bantar Gebang Alarm Keras Perbaikan Pengelolaan Sampah Jakarta
Setelah meninjau lokasi TPST Bantar Gebang, Pramono meminta agar situasi tempat longsor segera normal kembali. "Terutama Sungai Ciketing-nya, agar bisa segera normal kembali. Tempat itu begitu tertutup, dan untuk itu segera akan dinormalkan kembali," ujarnya.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat setelah longsor terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga: DLH Jakarta Minta Pengiriman Sampah ke TPST Bantar Gebang Ditunda
Tim gabungan langsung bergerak mengevakuasi korban dan menstabilkan area longsor agar aktivitas pengelolaan sampah dapat kembali berjalan.
Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi setelah menerima laporan kejadian.
"Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran," kata Asep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








