Kebut Revitalisasi, Rano Karno Siap 'Ngantor' di Kota Tua Jakarta

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mempercepat rencana revitalisasi kawasan Kota Tua dengan fokus awal di zona inti. Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, bahkan menyatakan siap berkantor langsung di kawasan Kota Tua sebagai bentuk keseriusan proyek revitalisasi.
Dia menegaskan, revitalisasi ini tidak sekadar pembenahan fisik, tetapi juga upaya mengembalikan identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.
"Kami ingin mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global berbasis sejarah," kata Rano Karno kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Revitalisasi Kota Tua Dimulai dari Zona Inti, Parkiran dan PKL Jadi Prioritas
Pemprov Jakarta membagi revitalisasi kawasan Kota Tua ke dalam tiga zona, yakni zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Dari total luas sekitar 363 hektare, zona inti seluas kurang lebih 80 hektare menjadi prioritas utama.
Zona ini mencakup titik-titik vital, seperti Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah yang selama ini menjadi pusat aktivitas wisata dan budaya.
Langkah awal revitalisasi akan difokuskan pada pembangunan fasilitas dasar, terutama area parkir dan penataan pedagang kaki lima (PKL). Pihaknya menjamin ruang bagi PKL, namun dengan pengaturan ketat agar tidak mengganggu karakter kawasan.
"PKL harus kita fasilitasi, tapi juga harus ditata supaya tidak merusak suasana Kota Tua. Justru itu bagian dari kehidupan kawasan," ujarnya.
Baca Juga: Pramono Bidik Kota Tua hingga Kepulauan Seribu Jadi Tumpuan Destinasi Wisata di Jakarta
Untuk memastikan proyek berjalan terarah, Pemprov Jakarta telah membentuk tim revitalisasi yang melibatkan para pakar. Tim ini dipimpin oleh Prof. Andi yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan Kota Lama Semarang.
Rano menegaskan, keseriusan Pemprov Jakarta juga akan ditunjukkan secara langsung di lapangan. Dia menyatakan siap berkantor di Kota Tua saat proyek memasuki tahap pelaksanaan.
"Insyaallah pada waktunya, saya sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









