Transformasi Pelayanan Publik Pemkot Tangsel, Siap Layani Warga dengan Tangsel One dan HELITA

AKURAT.CO Pemerintah Kota Tangerang Selatan meluncurkan inovasi berbasis artificial intelligence (AI), Tangsel One, beserta HELITA (Hello Kita Tangsel), sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik.
Peluncuran dilaksanakan di Gedung Utama Pemkot Tangsel, pada Kamis (30/5/2026).
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan bahwa pelayanan publik berbasis AI di aplikasi Whatsapp tersebut diluncurkan sebagai komitmen pemerintah dalam mengikuti perkembangan zaman.
"Di tengah perubahan yang begitu cepat, masyarakat menginginkan pelayanan yang lebih sederhana, lebih cepat dan lebih dekat," katanya.
Menurut Benyamin, pemerintah tidak lagi harus hadir secara fisik, namun bisa melakukan sarana digital yang dapat diakses kapan dan di mana saja oleh masyarakat yang membutuhkan. Nantinya, masyarakat akan dilayani oleh asisten imajiner bernama HELITA.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Gandeng BSSN, Amankan Data Masyarakat pada Layanan Tangsel One
"Dari semangat itulah Tangsel One lahir sebagai jawaban atas kebutuhan layanan masa kini," katanya.
Benyamin menyebut nama Tangsel One dipilih sebagai bagian dari visi pemerintah menuju globalisasi. Tangsel One dirancang sebagai sebuah platform layanan terpadu yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai layanan Pemkot Tangsel dalam satu ekosistem digital.
Sehingga, melalui inovasi ini, masyarakat tidak perlu lagi berpindah-pindah kanal untuk mencari informasi dan mengakses layanan. Dengan sebanyak 441 kanal digital/aplikasi, sekarang dijadikan satu melalui Tangsel One.
Dengan mengirim pesan ke HELITA melalui nomor 085177000141, masyarakat dapat memperoleh informasi pemerintahan, menyampaikan aspirasi, melakukan pengaduan, membantu proses perizinan, mengetahui program daerah. Hingga mendapatkan berbagai informasi penting mengenai kota secara lebih praktis dan efisien.
Dengan adanya teknologi tersebut, Benyamin menyebut bahwa warga cukup berinteraksi melalui Whatsapp, tanpa harus memahami sistem yang rumit.
Baca Juga: Arah Pembangunan Tangsel 2027: Fokus Benahi Banjir dan Sampah, Layanan Digital Terpadu Dikebut
Dalam hal ini pemerintah harus bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat, bukan sebaliknya.
"Karena itu, layanan publik ke depan harus terasa lebih manusiawi, lebih responsif, dan lebih sederhana untuk digunakan," ujar Benyamin.
"Jika dahulu pelayanan identik dengan antrean panjang dan proses yang memakan waktu, maka kini pelayanan harus hadir dengan sentuhan teknologi yang cerdas namun tetap ramah," lanjutnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Tb. Asep Nurdin, mengatakan, dengan memanfaatkan AI dapat mempermudah pemerintah dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
"Bahwa Tangsel One ini nanti cukup chat, maka bisa mengakses seluruh layanan yang ada di Kota Tangerang Selatan. Basisnya apa? Ya, basisnya AI," katanya.
Baca Juga: MRT Jakarta Bakal Tersambung Sampai Tangsel, Dibangun Tanpa APBD
Asep menyebut Tangsel One hadir bermula dari banyaknya informasi yang tersebar, baik di kanal-kanal media sosial hingga website milik masing-masing pemerintah daerah yang masih diakses mandiri oleh masyarakat.
Untuk menyederhanakan langkah tersebut, Pemkot Tangsel menghadirkan Tangsel One yang akan dibantu oleh asisten digital bernama HELITA.
Lebih lanjut, Asep mengatakan bahwa Tangsel One hadir untuk memberikan satu akses tunggal, satu akses, satu data, dan satu Tangerang Selatan.
"Setiap elemen brand ini, nama Tangsel One itu angka satu itu ada simbol sebagai integrasi mutlak dari berbagai layanan yang ada di Kota Tangerang Selatan. Sedangkan bubble chat itu mempunyai makna koneksi tanpa hambatan," jelasnya.
Menurut Asep, logo Tangsel One bukan sekadar desain, namun pernyataan visual bahwa layanan publik di Tangsel saat ini bergerak maju menuju sistem yang saling terhubung, cepat, mudah, dan mempunyai prinsip berkeadilan.
Baca Juga: Masyarakat Diminta Sabar, Pembangunan PSEL Tangsel Bermanfaat untuk Lingkungan dan Masa Depan
"Kenapa kami katakan berkeadilan? Karena siapa pun warga, sebagai contoh yang mendaftarkan perizinan, yang nge-chat duluan otomatis akan dilayani terlebih dahulu," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







